PALU — Muhammad Safri menilai kemampuan Radar Sulteng bertahan selama seperempat abad menunjukkan ketangguhan media tersebut menjalankan peran jurnalistik dan mengawal perkembangan pembangunan di Sulawesi Tengah. Penilaian itu disampaikan Safri di sela peringatan ulang tahun ke-25 Harian Umum Radar Sulteng, Rabu (28/10/2026).
Menurut Safri, usia 25 tahun bukan perkara mudah bagi media cetak di tengah tekanan zaman. Ia menyebut Radar Sulteng telah melewati berbagai fase perubahan, mulai dari era sebelum reformasi hingga masa disrupsi digital seperti sekarang.
Peran Media sebagai Jembatan Komunikasi Pemerintah dan Warga
Sekretaris DPW PKB Sulawesi Tengah itu menegaskan media massa memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi. Media tidak hanya menjadi sumber informasi bagi masyarakat, tetapi juga jembatan komunikasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat.
“Selamat ulang tahun ke-25 untuk Harian Umum Radar Sulteng. Semoga semakin maju, terus eksis, tetap kritis dalam mengawal pembangunan, dan selalu menginspirasi masyarakat melalui pemberitaan yang berkualitas,” ujar Safri.
Ia menilai fungsi kontrol sosial media menjadi semakin relevan ketika kebijakan publik butuh pengawasan. Kritik yang objektif dan bertanggung jawab, kata Safri, diperlukan untuk mendorong perbaikan kebijakan serta memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan masyarakat.
Dorongan Independensi dan Kedekatan dengan Rakyat
Safri mendorong Radar Sulteng menjaga independensi dan konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial. Ia menyebut kritik media yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan untuk mendorong perbaikan kebijakan pemerintah.
“Kami mendorong Radar Sulteng untuk terus menjaga independensi dan konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik yang disampaikan media secara objektif dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan untuk mendorong perbaikan kebijakan pemerintah,” ucapnya.
Politikus PKB itu juga berharap Radar Sulteng terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Ruang bagi aspirasi warga, termasuk suara kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah, dinilai perlu tetap terbuka.
Dengan begitu, Radar Sulteng tidak hanya berperan menyampaikan berita, tetapi juga ikut meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong kemajuan daerah.
“Radar Sulteng harus terus dekat dengan rakyat. Media ini tidak boleh sekadar menjadi wadah penyampai berita, tetapi juga ikut mencerdaskan masyarakat dan mendorong kemajuan Sulawesi Tengah,” pungkas Safri.
Perjalanan Seperempat Abad Media Lokal Sulteng
Radar Sulteng mencatat usia 25 tahun sebagai salah satu media cetak yang bertahan di Sulawesi Tengah. Sepanjang perjalanannya, media ini meliput berbagai peristiwa daerah, mulai dari isu pembangunan infrastruktur, kebijakan pemda, hingga dinamika politik lokal.
Peringatan ulang tahun ke-25 menjadi momen refleksi bagi media daerah di tengah persaingan informasi digital. Harapan agar media lokal tetap kritis dan dekat dengan warga menjadi sorotan dalam peringatan kali ini.