SULAWESI TENGAH — Bali kembali menyandang predikat destinasi wisata terbaik dunia 2026 versi TripAdvisor, sebuah pengakuan global atas daya tarik budaya dan alamnya. Namun di Rapat Paripurna DPRD Bali, predikat itu justru menjadi pemicu kritik soal jalan rusak, minim lampu penerangan, dan kemacetan yang dikeluhkan wisatawan.
Predikat dari platform ulasan perjalanan internasional itu dibahas dalam Rapat Paripurna ke-55 DPRD Bali yang membahas pandangan fraksi terhadap Raperda APBD 2027, Senin (26/10/2026). Dua fraksi, Golkar serta Demokrat-Nasdem, sama-sama menyinggung pencapaian tersebut dengan nada berbeda.
Fraksi Golkar menilai penghargaan itu bukti ketahanan pariwisata Bali. Fraksi Demokrat-Nasdem menerimanya sebagai pujian sekaligus peringatan.
Pengakuan Global dan Catatan di Lapangan
Anggota Fraksi Golkar, I Wayan Gunawan, menyebut predikat TripAdvisor sebagai penghormatan dunia terhadap eksistensi Bali. Menurutnya, budaya dan alam tetap menjadi magnet utama pulau ini.
"Predikat ini merupakan bentuk penghargaan global terhadap eksistensi Bali yang tetap menjadi magnet pariwisata dunia berkat ketahanan budaya dan alamnya," kata Gunawan, dikutip dari detikBali.
Fraksi Demokrat-Nasdem tidak membantah prestasi itu. Namun I Komang Wirawan mengingatkan bahwa citra dunia tidak otomatis sejalan dengan pengalaman wisatawan di lapangan.
"Kita bisa bangga, akan tetapi kita juga bisa malu dengan situasi keadaan Bali sekarang, seperti infrastruktur yang di mana-mana ada kerusakan dan macet," ujarnya.
Akses Menuju Tulamben dan Amed Jadi Sorotan
Wirawan menyoroti kondisi jalan di Karangasem, terutama ruas yang menjadi jalur utama menuju destinasi selam populer. Akses ke Pantai Tulamben dan Pantai Amed disebutnya berlubang dan telah rusak selama bertahun-tahun.
Kerusakan juga ditemukan di sekitar perempatan Karangasem. Bagi wisatawan yang membawa kendaraan sewa atau rombongan keluarga, kondisi ini menambah waktu tempuh sekaligus risiko perjalanan.
"Harus seperti misal jalan yang di Karangasem, akses perempatan cukup hancur. Banyaknya berlubang di mana-mana dan itu merupakan akses dengan destinasi wisata seperti Pantai Tulamben, dan Pantai Amed sehingga itu bisa sangat diperhatikan oleh pemerintah bahkan itu sudah beberapa tahun hancur sekali," katanya.
Jalur Gelap di Rute Singaraja-Denpasar dan Bypass Karangasem
Penerangan jalan menjadi persoalan kedua. Wirawan mengamati rute Singaraja menuju Denpasar lewat jalur shortcut minim lampu, begitu pula jalur bypass menuju Karangasem.
Kondisi ini relevan bagi wisatawan yang berkendara malam atau mengambil paket tur dini hari menuju titik trekking dan snorkeling. Jalur gelap tanpa marka jelas meningkatkan risiko kecelakaan.
"Adanya yang kedua, mengenai lampu penerangan jalan. Di mana-mana lampu penerangan jalan seperti kemarin saya amati dari Singaraja menuju Denpasar dari shortcut itu sangat gelap. Juga dari bypass menuju Karangasem juga gelap," ujarnya.
Renon-Sanur Macet Setiap Hari
Titik kemacetan yang disorot adalah ruas Renon menuju Sanur di Denpasar. Jalur ini berada di kawasan perkotaan sekaligus dekat pusat pemerintahan Bali.
Wirawan meminta pemerintah mencari solusi pelebaran jalan dan penanganan kemacetan harian di kawasan tersebut.
"Dan yang ketiga, yang sangat memalukan jalan yang di kota ini dengan dari Renon menuju Sanur yang sangat amat macet setiap hari. Bahkan ini adalah pusat kota dan pusat pemerintahan. Tolong diperhatikan bagaimana mencari solusi untuk melebar jalan dan tiap-tiap kemacetan setiap harinya," kata dia.
Apa Artinya bagi Rencana Liburan Anda
Bagi traveler yang menyusun itinerary Bali dalam waktu dekat, sejumlah catatan ini layak masuk perhitungan. Perjalanan menuju Tulamben dan Amed sebaiknya dialokasikan dengan waktu lebih longgar, terutama saat musim liburan.
Rute malam menuju Singaraja atau Karangasem sebaiknya dihindari bila tidak mendesak. Untuk kawasan Sanur dan Renon, wisatawan bisa mempertimbangkan berangkat lebih pagi atau memakai transportasi daring agar tidak terjebak macet.
Wirawan berharap pemerintah tidak berhenti pada predikat destinasi terbaik dunia. Kebersihan, kualitas infrastruktur, penerangan, dan kelancaran lalu lintas dinilainya harus dibenahi agar pengalaman wisatawan di Bali sepadan dengan reputasinya.
Informasi terkini soal kondisi jalan dan penerangan di jalur wisata Karangasem dapat dikonfirmasi ke Dinas Pariwisata Bali atau pemerintah kabupaten setempat sebelum berangkat.