PALU — Direktur Kepatuhan PT Bank Sulteng Judy Koagow menyampaikan permohonan maaf kepada nasabah atas gangguan transaksi digital yang terjadi. Gangguan terutama berdampak pada transaksi keluar melalui aplikasi, sementara pelayanan manual di kantor cabang tetap berjalan normal.
Judy menjelaskan pemeliharaan sistem dilakukan untuk memperkuat keamanan transaksi dan mengantisipasi potensi serangan siber. Namun ia mengakui sosialisasi kepada masyarakat belum optimal, meski informasi gangguan sudah beredar secara internal.
Kompensasi Biaya Transfer dan Layanan Akhir Pekan
Bank Sulteng menanggung biaya RTGS dan biaya transfer antarbank tertentu sebagai kompensasi atas kendala transaksi keluar. Manajemen juga membuka pelayanan kantor cabang pada Sabtu dan Minggu, pukul 08.00 hingga 18.00 Wita.
"Karena transaksi keluar tidak bisa, seluruh biaya RTGS dan biaya transfer antarbank itu menjadi tanggungan Bank Sulteng," ujar Judy dalam rapat di Ruang Baruga DPRD Sulteng.
Langkah tersebut belum menyentuh persoalan nasabah yang tinggal jauh dari kantor cabang. Kebutuhan transaksi mendesak dan kepastian waktu pemulihan layanan masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab tuntas.
120 ATM Tersebar, Kas Keliling Baru Sebatas Wacana
Bank Sulteng memiliki 120 unit ATM di sejumlah lokasi. Jaringan itu dinilai belum sepenuhnya menjangkau nasabah di daerah yang jauh dari kantor cabang maupun mesin ATM.
Menindaklanjuti masukan Komisi II DPRD Sulteng, manajemen akan mengevaluasi kemungkinan penyediaan layanan kas keliling. Rencana itu belum disertai target pelaksanaan maupun jangkauan layanan yang jelas.
Perbaikan Sistem Selesai, Layanan Menunggu Pemeriksaan Bank Indonesia
Perbaikan sistem perbankan digital Bank Sulteng dinyatakan selesai. Layanan belum diaktifkan kembali karena masih menunggu proses pemeriksaan Bank Indonesia.
Kondisi itu membuat pemulihan layanan tidak cukup diukur dari rampungnya pekerjaan teknis. Nasabah membutuhkan kepastian tahapan dan waktu layanan benar-benar dapat digunakan kembali.
Rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Sulteng menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi manajemen. Selain antisipasi gangguan, dewan meminta kejelasan soal layanan alternatif dan perbaikan komunikasi kepada nasabah ke depan.