Pencarian

Ketua Komisi III DPRD Sulteng Sambut Duta Besar Rusia di Palu, Soroti Defisit Listrik 160 Megawatt

Rabu, 21 Oktober 2026 • 13:31:01 WIB
Ketua Komisi III DPRD Sulteng Sambut Duta Besar Rusia di Palu, Soroti Defisit Listrik 160 Megawatt
Ketua Komisi III DPRD Sulteng Dhandy Adhi Prabowo menyambut kunjungan Duta Besar Rusia di Palu.

PALU — Kunjungan Duta Besar Rusia ke Sulawesi Tengah menjadi ruang bagi pemerintah daerah memperkenalkan potensi wilayah sekaligus menjajaki kerja sama lintas negara. Dhandy Adhi Prabowo menilai pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi diplomatik, melainkan pintu masuk pembahasan yang lebih teknis di sejumlah sektor.

Menurut Dhandy, salah satu tujuan utama kunjungan tersebut adalah investasi dan pendidikan. Dua bidang itu dinilainya paling terbuka untuk ditindaklanjuti dengan pembahasan konkret antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait.

Pendidikan dan Kesehatan Masuk Radar Kerja Sama

Di sektor pendidikan, Dhandy menyebut kerja sama dapat menjadi sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah. Adapun di bidang kesehatan, pengenalan perusahaan-perusahaan Rusia yang memiliki teknologi dan peralatan medis diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan.

“Ini merupakan momentum penting dan positif bagi Sulawesi Tengah. Kita mengetahui bahwa salah satu tujuan utama kunjungan Duta Besar Rusia ke Sulawesi Tengah adalah terkait investasi dan pendidikan,” ujar Dhandy.

Politikus Komisi III DPRD Sulteng itu menambahkan, teknologi kesehatan menjadi salah satu aspek yang bisa dikembangkan melalui pengenalan peralatan medis dari perusahaan Rusia. Pertukaran informasi dinilai lebih realistis sebagai langkah awal ketimbang kerja sama yang langsung berskala besar.

Defisit Listrik 160 Megawatt Jadi Sorotan

Sulawesi Tengah masih menghadapi persoalan defisit listrik yang diperkirakan mencapai 160 megawatt. Kondisi itu, menurut Dhandy, perlu menjadi perhatian bersama agar kebutuhan energi terpenuhi seiring perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi daerah.

Dalam konteks itu, peluang pertukaran informasi dan pengenalan teknologi energi dari Rusia dinilai layak dijajaki. Termasuk teknologi pembangkit listrik sebagaimana dipaparkan salah satu perusahaan pembangkit listrik milik negara Rusia dalam pertemuan tersebut.

Dhandy menegaskan, setiap peluang kerja sama di sektor energi perlu dikaji secara komprehensif. Aspek keselamatan, kelayakan teknis dan ekonomi, dampak lingkungan, regulasi, serta kebutuhan energi Sulawesi Tengah harus menjadi pertimbangan utama.

Harapan agar Tak Berhenti di Seremoni

Daerah yang memiliki beragam potensi sumber daya alam, pertanian, perikanan, pariwisata, dan investasi dinilai punya ruang menjalin kolaborasi dengan mitra internasional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dhandy berharap peluang yang dijajaki melalui kunjungan tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk pembahasan lebih konkret.

“Harapan kita, kunjungan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan komunikasi dan pembahasan yang lebih konkret, sehingga peluang kerja sama yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” harapnya.

Hubungan baik yang terjalin melalui kunjungan itu diharapkan berdampak positif bagi warga Sulawesi Tengah, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: trustsulteng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks