Pencarian

DPR Pertanyakan Kesiapan Industri Mobil Listrik Nasional Lawan Dominasi China

Rabu, 09 September 2026 • 18:18:01 WIB
DPR Pertanyakan Kesiapan Industri Mobil Listrik Nasional Lawan Dominasi China
Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu menyoroti kesiapan industri mobil listrik nasional dalam menghadapi dominasi produk China di pasar dalam negeri.

SULAWESI TENGAH — Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengingatkan bahwa wacana mobil nasional sudah bergulir sejak lama. Namun hingga era kendaraan listrik tiba, Indonesia justru kedatangan produk China yang teknologinya dinilai jauh lebih maju.

China Lebih Dulu Mengembangkan Teknologi Kendaraan Listrik

Bane menilai China memiliki start lebih awal dalam pengembangan industri dan teknologi baterai serta kendaraan listrik. Kondisi itu membuat produk asal Negeri Tirai Bambu kini mendominasi pasar otomotif Tanah Air, mulai dari mobil hingga motor listrik.

"Pertanyaannya seberapa mampu kita berkompetisi dengan Cina yang sudah jauh lebih dulu saat mereka sudah membanjiri produk mereka di Indonesia, baru kemudian kita mulai bicara tentang mobil listrik," ujarnya dalam rapat tersebut.

Mobil Nasional Hanya Wacana Sejak Dulu

Bane menekankan bahwa Indonesia sebenarnya punya sejarah panjang dalam upaya membangun industri kendaraan bermotor nasional. Sayangnya, ambisi tersebut belum pernah terwujud secara utuh hingga saat ini.

"Kalau tadi katanya ini kita tidak mau sekadar pasar lagi, saya kan, kita semua sadar nih dari zaman dulu soal mobil nasional sudah jadi wacana dari dulu," kata Bane.

Ia menambahkan, bila tidak ada terobosan nyata, transformasi energi di sektor transportasi hanya akan menguntungkan produsen asing. Indonesia berisiko menjadi pasar besar tanpa memiliki industri pendukung yang kuat.

Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan

Menurut Bane, keberhasilan industri kendaraan listrik nasional tidak cukup diukur dari jumlah unit yang diproduksi. Faktor lain yang tak kalah penting adalah kepercayaan dan minat masyarakat terhadap produk buatan dalam negeri.

"Karena ini baru tahap mulai, sementara yang lain sudah dalam tahap yang advance," katanya menegaskan.

Ia menilai industri kendaraan listrik Indonesia masih berada di tahap awal pengembangan. Sementara itu, sejumlah negara lain, terutama China, sudah melangkah jauh dalam hal riset, produksi massal, hingga membangun rantai pasok baterai.

Pemerintah Diminta Perkuat Daya Saing, Bukan Sekadar Pasar

Bane mendesak pemerintah memastikan strategi pengembangan ekosistem kendaraan listrik benar-benar memperkuat daya saing industri nasional. Regulasi dan insentif yang ada harus mampu mendorong lahirnya industri yang kompetitif, bukan sekadar mengundang investasi untuk memenuhi pasar domestik.

Ia berharap transformasi menuju kendaraan listrik dapat mendorong lahirnya industri nasional yang mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun global. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi menjadi tujuan pasar produk asing.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kosadata.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks