Komando Resor Militer (Korem) 132/Tadulako memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana (sarpras) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh jajarannya di Sulawesi Tengah. Pengecekan dilakukan sebagai langkah preventif untuk merespons cepat potensi kebakaran di wilayah rawan.
PALU — Seluruh peralatan pemadaman dan kendaraan operasional di jajaran Korem 132/Tadulako dipastikan dalam kondisi siap pakai untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tengah. Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta menginstruksikan pengecekan menyeluruh pada Sabtu pagi.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini terhadap karhutla yang kerap terjadi di sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Pengecekan menyasar ketersediaan sarana pendukung di setiap Kodim dan Koramil.
Perlengkapan yang Dipastikan Siap
Brigjen Suntara menyampaikan bahwa pemeriksaan meliputi sejumlah aspek penting. Mulai dari kondisi kendaraan operasional, kelengkapan peralatan pemadaman, hingga kesiapan personel yang akan mengoperasikan sarana tersebut.
"Penting mengantisipasi dan meminimalkan potensi karhutla dengan memastikan seluruh sarana prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tersedia di masing-masing kodim dan koramil," kata Brigjen Suntara di Palu, Sabtu.
Koordinasi Lintas Sektor untuk Respons Cepat
Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya preventif TNI AD. Tujuannya memastikan setiap kejadian karhutla dapat direspons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sebelum api membesar.
Seluruh jajaran diminta meningkatkan kewaspadaan. Koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan unsur terkait lainnya juga terus dibangun.
"Sinergi lintas sektor diperlukan untuk memastikan setiap potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya.
Antisipasi Dampak Karhutla bagi Warga
Kesiapan personel dan sarpras di masing-masing satuan diharapkan mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan secara optimal. Hal ini penting untuk meminimalkan dampak yang lebih luas.
"Harapannya ini bisa meminimalkan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, maupun aktivitas perekonomian," tutur Brigjen Suntara.
Pengecekan ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan rutin menjelang periode rawan kebakaran, mengingat sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah memiliki kerawanan tinggi terhadap karhutla. Kesiapan personel dan perlengkapan menjadi kunci utama agar setiap prajurit dapat bergerak cepat di lapangan.