Pencarian

Banjir di Parigi Moutong Rendam 15 Kepala Keluarga, TNI Kerahkan Alat Berat Bersihkan Jalan Trans Sulawesi

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 12:16:01 WIB
Banjir di Parigi Moutong Rendam 15 Kepala Keluarga, TNI Kerahkan Alat Berat Bersihkan Jalan Trans Sulawesi
Genangan air setinggi 50 sentimeter merendam permukiman warga di Kecamatan Kasimbar, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Prajurit TNI dari Koramil 1306-19/Kasimbar bersama pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk membersihkan material lumpur dan pohon tumbang yang sempat menutup ruas Jalan Trans Sulawesi.

PARIGI MOUTONG — Genangan air setinggi setengah meter melumpuhkan aktivitas warga di tiga dusun yang tersebut di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terdampak langsung bencana yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama tersebut.

Komandan Kodim (Dandim) 1306/Kota Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo, menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, material banjir berupa pasir, batu, dan batang pohon yang terbawa arus sempat menutupi sebagian badan Jalan Trans Sulawesi dan menghambat arus lalu lintas masyarakat.

Alat Berat Dikerahkan untuk Normalisasi Jalan

Untuk memulihkan akses jalan utama tersebut, Koramil 19/Kasimbar bersama Babinsa setempat berkoordinasi mendatangkan alat berat jenis loader. Alat berat itu mulai dioperasikan untuk membersihkan material dan memotong pohon tumbang agar jalur transportasi dapat dilalui kembali.

"Prajurit TNI membantu warga terdampak membersihkan sisa banjir yang membawa material tanah dan batu hingga menutup sebagian ruas Jalan Trans Sulawesi," kata Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo di Palu, Jumat.

Dusun Terdampak dan Respons Cepat TNI

Banjir yang menyebabkan sungai meluap ini menggenangi pemukiman di Dusun I Tanjung, Desa Labuan Donggulu, Dusun IV Desa Peningka, serta Dusun I Desa Laemanta. Seluruh wilayah tersebut berada di bawah administrasi Kecamatan Kasimbar.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dandim 1306/Kota Palu mengaku telah memerintahkan Perwira Penghubung (Pabung) Parigi Moutong, Danramil 19/Kasimbar, dan para Babinsa untuk terus bersiaga di lapangan. Mereka diminta memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

Koordinasi dengan BPBD untuk Penanganan Pascabanjir

Pihak TNI tidak bekerja sendiri. Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong dalam penanganan dan pemantauan kondisi pascabanjir.

"TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta membantu masyarakat apabila terjadi perkembangan situasi, sebagai bentuk komitmen untuk hadir dan memberikan bantuan secara cepat di tengah masyarakat yang terdampak bencana," ujarnya.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks