BANGGAI — Kasat Lantas Polresta Banggai AKP Ade Irvan Rivai Kurnia menyatakan mobil nahas itu membawa muatan sayuran yang akan diperdagangkan di Ampana. Kebakaran terjadi saat kendaraan melintasi jalan menanjak di wilayah Desa Bunga.
Menurut keterangan awal, api diduga muncul dari bagian bawah kendaraan. Pengemudi yang mengetahui ada kebakaran langsung menghentikan mobil di pinggir jalan dan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga yang dibawanya.
Mobil Mundur di Tanjakan dan Menabrak Bukit
Situasi semakin sulit ketika kendaraan yang berhenti di tanjakan diduga tidak dapat ditahan sistem pengereman. Mobil bergerak mundur dan menabrak bukit di sisi jalan.
Pada saat bersamaan, api dengan cepat menjalar ke bagian kendaraan lainnya. Pengemudi akhirnya meninggalkan kendaraan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Luwuk.
"Tidak terdapat korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan. Sementara itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta," kata AKP Ade Irvan.
Dugaan Sementara: Korsleting Sistem Kelistrikan
Berdasarkan kesimpulan sementara, kebakaran diduga dipicu gangguan arus pendek pada sistem kelistrikan kendaraan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Personel piket kecelakaan lalu lintas Satlantas Polresta Banggai telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga menelusuri identitas pengemudi serta berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran.
Pengecekan dilakukan untuk memperoleh keterangan dan informasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Hasil pemeriksaan di lapangan diharapkan memastikan penyebab kebakaran.
Imbauan untuk Pengendara Lintas Sulawesi
Polresta Banggai mengimbau para pengendara memastikan kondisi kendaraan layak jalan sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan meliputi sistem kelistrikan, rem, serta komponen penting lainnya.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk meminimalkan risiko kebakaran maupun kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur menanjak seperti kawasan Desa Bunga.