SULAWESI TENGAH — Pertemuan tersebut terjadi di sebuah restoran dan diunggah Frans melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (22/8). Dalam unggahannya, Frans menyampaikan apresiasi kepada Aa Juju karena bersedia hadir dan tetap berkomitmen menjadi bagian dari pelanggan Hyundai.
"Terima kasih buat Aa Juju untuk pertemuan semalam dengan banyak perspektif berharga serta tetap menjadi bagian dari pelanggan Hyundai," tulis Frans dalam keterangan unggahannya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak mengenai kesepakatan lanjutan. Tidak dijelaskan pula apakah ada rencana perbaikan khusus, penggantian unit, atau bentuk kompensasi lain atas kendala yang dialami.
Kronologi Keluhan yang Memicu Adu Mulut di Diler
Kekecewaan Aa Juju bermula dari serangkaian masalah teknis pada Ioniq 5 yang ia beli secara tunai. Influencer tersebut mengeluhkan fitur fast charging yang tidak berfungsi, aki yang mendadak soak setelah parkir paralel, hingga mobil sempat mogok total.
Yang membuat situasi memanas adalah perbedaan informasi antara pihak sales dan mekanik. Sales sempat mengklaim parkir paralel aman dilakukan, sementara teknisi justru menyarankan agar manuver tersebut dihindari. Padahal, kepastian soal prosedur parkir paralel menjadi pertimbangan utama Juju sebelum memutuskan membeli mobil listrik tersebut.
Juju lalu mendatangi diler Hyundai Gowa Fatmawati untuk meminta penjelasan langsung. Sayangnya, pertemuan itu tidak menghasilkan solusi. Supervisor sales di lokasi dinilai kurang memahami spesifikasi teknis Ioniq 5, yang berujung pada adu mulut dan terekam kamera.
Respons Lambat Sales Jadi Sorotan Utama
Selain masalah teknis, keluhan Aa Juju juga menyoroti lambatnya respons dari pihak sales yang dinilai acuh tak acuh. Hal ini menjadi catatan penting bagi layanan purna jual Hyundai di Indonesia, khususnya untuk segmen kendaraan listrik yang membutuhkan penanganan berbeda dari mobil konvensional.
Pihak sales sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui media sosial. Namun, pertemuan antara Fransiscus Soerjopranoto dan Aa Juju menjadi langkah lanjutan yang menunjukkan upaya Hyundai meredam eskalasi isu ini di publik.
Publik kini menunggu kejelasan lebih lanjut dari hasil pertemuan tersebut. Pertanyaan besar yang menggantung adalah apakah Hyundai akan mengubah prosedur penanganan komplain atau menerbitkan panduan teknis baru untuk pemilik Ioniq 5 di Indonesia.