SULAWESI TENGAH — Data RTI menunjukkan indeks LQ45 juga mencatatkan penguatan lebih tinggi, yakni naik 0,92% ke posisi 644,59. Dari total perdagangan, sebanyak 319 saham berhasil menguat, sementara 294 saham mengalami pelemahan dan 178 saham stagnan. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 17,4 triliun dengan volume perdagangan 58,1 miliar saham.
Sektor Basic dan Infrastruktur Jadi Motor Penggerak
Mayoritas sektor saham pada hari ini menghijau, dengan sektor basic materials memimpin penguatan setelah naik 0,62%. Disusul sektor infrastruktur yang bertambah 0,47% dan sektor keuangan yang menguat 0,32%. Adapun sektor consumer nonsiklikal dan industri masing-masing mendaki 0,23% dan 0,15%.Di sisi lain, koreksi terdalam terjadi pada sektor kesehatan yang turun 0,88%. Sektor transportasi dan teknologi juga terpangkas masing-masing 0,48% dan 0,46%, diikuti sektor properti yang melemah 0,18%.
Perdagangan Tiga Saham Pilihan: TAPG, AALI, dan ARCI
Di tengah pergerakan indeks yang bervariasi, beberapa saham individual mencatatkan pergerakan menarik. Saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menguat 2,35% ke Rp 1.960 per saham setelah dibuka naik 10 poin. Nilai transaksi saham perusahaan perkebunan ini tercatat Rp 59,8 miliar dengan volume perdagangan 305.471 saham.Berbeda dengan TAPG, harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) justru terkoreksi 1,25% ke level Rp 7.900 per saham. Saham emiten kelapa sawit ini dibuka stagnan di Rp 8.000 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp 8.025 sebelum akhirnya tertekan hingga level terendah harian.
Sementara itu, saham PT Argha Karya Prima Industry Tbk (ARCI) melonjak 1,82% menjadi Rp 1.395 per saham. Pergerakan saham produsen kemasan fleksibel ini cukup ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 10.741 kali dan nilai transaksi Rp 79,4 miliar.
Dolar Lesu Menopang Sentimen Pasar
Pelemahan dolar AS terhadap rupiah menjadi salah satu katalis yang menopang pergerakan IHSG pada sesi hari ini. Kurs rupiah yang menguat cenderung mendorong aliran modal asing masuk ke pasar aset berdenominasi rupiah, termasuk saham. Namun, investor tetap mencermati potensi volatilitas jangka pendek mengingat ketidakpastian ekonomi global masih berlanjut.Dengan total frekuensi perdagangan mencapai 178 kali, aktivitas pasar hari ini menunjukkan partisipasi investor yang cukup solid. Data ini mengindikasikan minat pasar yang masih terjaga meskipun laju indeks tidak sedinamis sesi-sesi sebelumnya.
Investasi mengandung risiko.