SULAWESI TENGAH — Kemenangan atas Malaysia ini punya arti besar. Bukan cuma soal tiket ke Piala Dunia Esport FIFA, tapi juga pembuktian dominasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara untuk scene eFootball. Sempat tertinggal 0-1 di pertandingan pertama, Elga dan Paudie tampil agresif di laga kedua dan menang telak 2-0 untuk membalikkan agregat.
Comeback di Kandang Lawan
Semifinal ini berjalan menegangkan. Malaysia yang bermain di hadapan publik sendiri sempat unggul lebih dulu, tapi tim Garuda tidak panik. Di pertandingan kedua, permainan dominan Indonesia membuat lawan tak berkutik.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan impresif Indonesia di ajang FIFAe. Sebelumnya, skuad Garuda berhasil menjadi juara dunia FIFAe World Cup 2024 untuk kategori konsol. Pada edisi 2025, mereka finis sebagai tim terbaik keempat dunia.
Indonesia vs Jepang di Final
Di partai puncak yang digelar Sabtu sore waktu Kuala Lumpur, Indonesia akan berhadapan dengan Jepang. Negeri Sakura melaju setelah membungkam Yordania dengan skor telak 5-0 di laga kedua, setelah sempat kalah 0-3 di pertandingan pertama.
Laga final ini jadi ujian sesungguhnya bagi Elga dan Paudie. Jepang dikenal punya scene eFootball yang disiplin dan konsisten di level Asia.
Sektor Mobile Masih Butuh Perbaikan
Di kategori eFootball mobile, langkah wakil Indonesia terhenti lebih awal. Alfin Pratama dan Yoga Andisalasa harus mengakui keunggulan Thailand di babak perempat final.
Padahal, sektor mobile sempat mencatatkan prestasi delapan besar dunia pada FIFAe World Cup 2024. Hasil ini jadi catatan evaluasi tersendiri menjelang turnamen dunia nanti.
Konteks Buat Komunitas eFootball Indonesia
Buat pemain eFootball di Indonesia, pencapaian ini bukan sekadar kabar baik. Ini bukti bahwa kompetisi domestik dan pembinaan atlet esport berjalan ke arah yang benar. Konsistensi lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama Asia di kategori konsol.
Selain itu, keberhasilan ini datang di tengah ekosistem esport Indonesia yang terus bertumbuh. Turnamen-turnamen akar rumput seperti H3RO Esports 6.0 yang berkolaborasi dengan RRQ menunjukkan bahwa jalur karier profesional di esport kini semakin terbuka lebar, dari level komunitas sampai pentas dunia.
Pertandingan final melawan Jepang akan jadi penentu gelar juara kontinental. Hasilnya juga akan mempengaruhi potensi drawing atau seed Indonesia di putaran final FIFAe World Cup 2026 nanti.