Kodam XXIII/Palaka Wira meresmikan Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat. Jembatan gantung ini diharapkan memangkas waktu tempuh warga menuju lahan perkebunan dan mempercepat distribusi hasil pertanian.
PARIGI MOUTONG — Jembatan gantung sepanjang puluhan meter itu kini membentang di atas aliran sungai, menghubungkan Desa Nambaru dengan area perkebunan warga yang selama ini sulit diakses. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur memutar yang jauh lebih panjang untuk mencapai kebun mereka.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari program nasional peluncuran 2.500 Jembatan Perintis Garuda Merah Putih dan 3.000 titik air bersih yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Kodam XXIII/Palaka Wira ditugaskan merealisasikan program tersebut di wilayah Sulawesi Tengah.
106 Jembatan Dibangun di Wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira
Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar mengungkapkan, total 106 jembatan telah dibangun di wilayah kerjanya. Pembangunan itu mencakup tiga jenis konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing lokasi: jembatan perintis gantung, jembatan Armco, dan jembatan beton.
“Pembangunan jembatan ini masih akan terus bertambah dan diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pangdam dalam kegiatan peresmian di Parigi Moutong, Jumat.
Dibangun Secara Swakelola oleh TNI dan Warga
Yang menarik dari proyek ini adalah metode pengerjaannya. Jembatan Garuda di Desa Nambaru dibangun secara swakelola, melibatkan langsung prajurit TNI dan masyarakat sekitar. Keterlibatan warga ini tak hanya menekan biaya, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang ada di desa mereka.
Kehadiran jembatan ini punya dampak ekonomi yang nyata. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, distribusi hasil pertanian dan perkebunan lebih cepat, serta akses terhadap layanan pendidikan ikut menguat.
Sinergi TNI, Pemda, dan Masyarakat Diperkuat
Mayjen Jonathan berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
“Jembatan Garuda ini sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas, dan memudahkan akses masyarakat, termasuk dalam mendukung aktivitas ekonomi,” kata Pangdam.
Peresmian Jembatan Garuda di Parigi Moutong menjadi salah satu wujud nyata kehadiran negara di daerah terpencil. Dengan adanya akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi warga diharapkan berputar lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat desa ikut meningkat.