Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera mendata rumah sakit umum daerah (RSUD) yang kondisinya paling memprihatinkan untuk masuk program revitalisasi nasional. Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pendataan ini krusial karena 150 rumah sakit dengan kerusakan terparah akan menjadi prioritas pembangunan pada 2027. Instruksi ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pemprov Sulteng di Palu, Sabtu (22/8/2026).
PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diminta bergerak cepat melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi rumah sakit di 13 kabupaten/kota. Data tersebut akan menjadi dasar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam mengeksekusi program revitalisasi 441 RSUD secara bertahap hingga 2029.
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menyebut tahap pertama akan menyasar sekitar 150 rumah sakit dengan tingkat kerusakan paling berat. "Kalau ada rumah sakit yang perlu perbaikan, akan kita lakukan pembangunan," katanya di Palu, Sabtu (22/8/2026).
Prioritas Pertama: 150 RS dengan Kondisi Terburuk
Benjamin menekankan bahwa pendataan yang akurat menjadi penentu ketepatan sasaran program. Pihaknya meminta Pemprov Sulteng berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengidentifikasi fasilitas kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.
"Yang tidak layak, 150 pertama, kalau bisa dibangun tahun depan. Kita membutuhkan data, mana yang paling membutuhkan untuk segera diperbaiki tahun depan," ujarnya.
Selain rumah sakit, wamenkes juga meminta pemerintah daerah melaporkan kondisi puskesmas yang rusak atau tidak layak. Data ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam upaya peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Kabupaten Banggai Kepulauan Kebagian RS Baru
Di luar revitalisasi, pemerintah pusat juga tengah menuntaskan pembangunan 66 rumah sakit baru di kabupaten yang sebelumnya sama sekali tidak memiliki fasilitas tersebut. Dari total itu, 22 rumah sakit telah rampung, 20 ditargetkan selesai pada 2026, dan 24 lainnya menyusul pada 2027.
Untuk Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan menjadi salah satu daerah penerima manfaat program pembangunan rumah sakit baru tersebut. Dengan begitu, pemerintah menargetkan seluruh kabupaten di Indonesia sudah memiliki rumah sakit pada 2027.
Standar Baru: Alur Layanan Terintegrasi
Benjamin menjelaskan, pembangunan dan revitalisasi rumah sakit tidak lagi sekadar memperbaiki fisik bangunan. Konsep yang dipakai adalah modern dengan alur pelayanan terintegrasi, mulai dari unit gawat darurat (UGD), poliklinik, hingga layanan penunjang lainnya.
Peningkatan infrastruktur juga harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan ketersediaan peralatan medis. Menurutnya, kombinasi ini menjadi kunci pemerataan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
"SDM-nya bagus, alat-alat makin bagus. Ini semua adalah yang dikerjakan oleh pemerintahan untuk memberikan layanan di mana-mana yang sama bagusnya," kata Benjamin.