Pencarian

DP 0% Motor Listrik Nasional: Leasing Ingatkan Soal Risiko Kredit Macet

Jumat, 21 Agustus 2026 • 14:16:01 WIB
DP 0% Motor Listrik Nasional: Leasing Ingatkan Soal Risiko Kredit Macet
Wacana DP 0% motor listrik nasional tengah dibahas oleh pemerintah dan pelaku industri.

SULAWESI TENGAH — Wacana penghapusan down payment (DP) untuk pembelian motor listrik nasional tengah digodok. Rosan Roeslani, CEO Danantara, menyebut pihaknya siap memangkas besaran uang muka yang saat ini masih berkisar 10 persen menjadi nol persen.

"DP-nya yang selama ini masih ada, kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10%, kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan (DP 0%)," tegas Rosan beberapa waktu lalu.

Langkah ini ditempuh untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Selain DP 0%, Danantara juga menyiapkan skema suku bunga lebih rendah dan tenor pinjaman lebih panjang agar cicilan bulanan terasa lebih ringan di kantong konsumen.

Prinsip Kehati-hatian Perusahaan Pembiayaan

Di tengah semangat pemerintah menggeber penjualan motor listrik, Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengingatkan pentingnya asas prudensi. Menurutnya, perusahaan pembiayaan wajib mengedepankan tata kelola yang benar dalam menyetujui setiap pengajuan kredit.

"Tentu buat kami perusahaan pembiayaan kan harus mengedepankan yang namanya asas prudensi, kehati-hatian, tata kelola yang benar dalam menyetujui kredit, bukan?" kata Suwandi kepada CNBC Indonesia.

Siapa Target Konsumennya?

Suwandi menekankan bahwa sasaran program harus ditentukan lebih dulu sebelum skema pembiayaan diterapkan. Pemerintah dan pelaku usaha perlu memutuskan apakah fasilitas DP 0% ini terbuka untuk seluruh masyarakat atau hanya untuk kelompok profesi tertentu.

"Siapa target pasarnya? Siapa yang akan menjadi calon debiturnya? Apakah ini dibuka untuk masyarakat? Apakah ini spesifik untuk profesi-profesi tertentu? Nah itu pasti harus duduk dulu," ujarnya.

Penentuan target ini krusial karena akan memengaruhi tingkat risiko kredit yang harus ditanggung oleh lembaga pembiayaan. Semakin luas target pasar tanpa seleksi yang ketat, semakin besar pula potensi gagal bayar.

Kemampuan Nyicil Jadi Penentu

Suwandi mengingatkan bahwa harga murah di awal tidak otomatis membuat pembelian menjadi ringan. Kemampuan masyarakat dalam membayar cicilan bulanan tetap menjadi faktor terpenting yang menentukan kelancaran kredit.

"Dan kemampuan juga harus, keinginan harus disesuaikan kemampuan. Nggak mampu nyicil ya repot kan?" ujarnya.

Ia menambahkan, untuk merangsang minat beli secara masif, dibutuhkan skema program yang komprehensif. Skenario tersebut wajib menjembatani kepentingan pemerintah, produsen, jaringan diler, perusahaan pembiayaan, hingga konsumen akhir.

"Programnya harus pas untuk masyarakatnya, calon pembelinya juga supaya merasa 'ini menarik nih', jadi orang berbondong-bondong pada tukar atau beli. Nah, mencari formula yang pas dan tepat itu kan perlu berbagai eksperimen dan percobaan," ucap Suwandi.

Stimulus yang dihadirkan diharapkan tidak sekadar menjadi tawaran DP murah semata, melainkan benar-benar mampu mendorong masyarakat beralih dari motor konvensional ke kendaraan listrik secara berkelanjutan.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks