SULAWESI TENGAH — PT BYD Motor Indonesia mengonfirmasi bahwa M6 DM menjadi model terlaris kedua di booth mereka selama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di Tangerang. Angka 850 keluarga yang memesan model ini menunjukkan pergeseran minat konsumen Tanah Air terhadap kendaraan elektrifikasi berjenis plug-in hybrid untuk kebutuhan mobilitas harian.
Secara wholesales, sejak distribusi perdana akhir Mei 2026, BYD M6 DM sudah menembus penjualan lebih dari 3.200 unit. Capaian ini sekaligus melengkapi posisi M6 EV yang lebih dulu hadir di pasar Indonesia.
Teknologi DM yang Mengedepankan Electric-First
Berbeda dengan M6 EV yang murni listrik, M6 DM mengusung pendekatan electric-first. Artinya, mobil ini mengutamakan pengalaman berkendara berbasis listrik, namun tetap memiliki fleksibilitas penggunaan energi melalui mesin bensin sebagai generator atau penggerak tambahan.
Klaim konsumsi bahan bakarnya pun menjadi daya tarik utama. BYD menyebut M6 DM mampu mencapai efisiensi hingga 65 kilometer per liter dalam kondisi tertentu. Angka ini yang kemudian menjadi bahan pembicaraan utama para pengunjung booth, bukan sekadar spesifikasi mesin semata.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan penerimaan positif ini membuktikan teknologi DM mulai relevan bagi keluarga Indonesia. "Kami merasa senang melihat bagaimana BYD M6 DM sejak pertama kali diperkenalkan telah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Indonesia," ujarnya dalam rilis resmi, Selasa (12/8).
Test Drive Jadi Magnet Pengunjung Booth BYD
Dari total 105.000 pengunjung booth BYD selama GIIAS, lebih dari 700 orang tercatat mencoba langsung kendaraan melalui area test drive. Menariknya, lebih dari 60 persen peserta memilih varian M6, baik versi DM maupun EV.
Tingginya antusiasme ini tidak lepas dari peran M6 DM yang diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa produksi lokal menjadi bagian penting dari strategi perusahaan memperkuat ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
"Terlebih, M6 DM akan diproduksi sepenuhnya di Indonesia, sehingga kami berharap kehadirannya tidak hanya memberikan pilihan mobilitas yang relevan bagi masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi pada penguatan industri otomotif dan ekosistem kendaraan energi baru di Tanah Air," kata Luther.
Dikunjungi Menteri Perindustrian dan Menko Perekonomian
M6 DM juga sempat diperkenalkan langsung kepada sejumlah pejabat negara. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mampir ke booth BYD pada 30 Juli 2026, disusul Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 8 Agustus 2026.
Kedua pejabat tersebut berkesempatan melihat langsung kabin dan teknologi yang digunakan M6 DM. Kunjungan ini dinilai penting untuk menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi buatan lokal mampu bersaing dari sisi kenyamanan dan efisiensi.
Selain M6 DM, model lain seperti BYD ATTO 1, SEAL, ATTO 3, SEALION 7, DOLPHIN, hingga DENZA D9 turut menyumbang pemesanan. Secara nasional, gabungan BYD dan DENZA mencatat penjualan lebih dari 32.800 unit sepanjang Juli 2026 dengan pangsa pasar 36 persen di segmen EV dan kendaraan berteknologi DM.