Pencarian

Kemendiktisaintek Gandeng 7 Kampus di Sulteng Perangi TB, Kota Palu Catat 1.075 Kasus

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 16:13:31 WIB
Kemendiktisaintek Gandeng 7 Kampus di Sulteng Perangi TB, Kota Palu Catat 1.075 Kasus
Wamendiktisaintek Fauzan menekankan pentingnya sinergi tujuh perguruan tinggi dan pemda di Sulawesi Tengah untuk menekan angka tuberkulosis.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggandeng tujuh perguruan tinggi di Sulawesi Tengah untuk menekan angka tuberkulosis yang dinilai masif. Wakil Menteri Fauzan mendorong kampus dan pemda bersinergi menangani TB hingga stunting, menyusul kesenjangan penemuan kasus yang masih tinggi di 13 kabupaten/kota.

PALU — Tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah resmi diajak bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan tuberkulosis (TB). Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan, intervensi bersama dibutuhkan karena kompleksitas masalah kesehatan di daerah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemda.

"Jadi Sulawesi Tengah saat ini menghadapi tantangan seperti gejala tuberkulosis yang dinilai masif, sehingga ini perlu menjadi prioritas termasuk penanganan stunting, kemiskinan, hingga pengangguran yang membutuhkan intervensi bersama," kata Fauzan di Kota Palu, Sabtu.

Fauzan menyebut, kampus tidak lagi bisa hanya berfokus pada tanggung jawab akademis semata. Institusi pendidikan tinggi harus hadir sebagai entitas sosial yang menjawab persoalan riil di tengah masyarakat.

"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial bukan hanya sekadar tanggung jawab akademis," ujarnya.

Kampus Diminta Jadi Solusi Berbasis Riset

Ia menekankan, ekosistem kampus yang dihuni oleh akademisi dan cendekiawan harus mampu merumuskan solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat. Kehebatan sebuah universitas, menurutnya, diukur dari seberapa besar manfaatnya bagi warga di sekitarnya.

"Kampus adalah tempat manusia-manusia unggul. Kampus merupakan satu ekosistem yang dihuni oleh masyarakat akademis, masyarakat pintar dan masyarakat cendekia," sebut Fauzan.

"Saya kira kita semuanya siap untuk bergandengan tangan menyelesaikan

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks