SULAWESI TENGAH — Bantuan tersebut merupakan amanah dari seluruh insan PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya setiap bulan. Dana yang terkumpul kemudian dikelola YBM PLN dan disalurkan dalam bentuk paket sembako untuk meringankan kebutuhan pokok para guru mengaji.
Apresiasi untuk Pejuang Dakwah
Manager PLN UP3 Balikpapan, Arief Prastyanto, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap mereka yang berjasa membina generasi penerus melalui pendidikan Al-Qur'an. Ia menegaskan bahwa peran guru mengaji sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak bangsa.
"Melalui Program Dakwah YBM PLN, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan apresiasi kepada para guru mengaji. Bantuan ini merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah insan PLN yang kami harapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat untuk terus berdakwah," ujar Arief dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan sosial ini menegaskan bahwa komitmen PLN tidak hanya berhenti pada penyediaan listrik yang andal bagi masyarakat Balikpapan. Perusahaan juga hadir melalui program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Kebahagiaan di Balik Paket Sembako
Salah satu penerima bantuan, Ustadzah Mapiah, mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan PLN. Menurutnya, bantuan sembako ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup sehari-hari para pengajar Al-Qur'an yang kerap mengabdikan diri tanpa memikirkan imbalan materi.
"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para pegawai PLN yang telah menyisihkan sebagian rezekinya, diberikan kesehatan, kelancaran dalam bekerja, serta keberkahan dalam setiap langkahnya," ungkapnya dengan haru.
Komitmen Berkelanjutan YBM PLN
Melalui agenda Jumat Berdampak, PLN UP3 Balikpapan bersama YBM PLN terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat secara tepat sasaran. Penyaluran dana ZIS ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan penerima, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Program ini menjadi salah satu bukti bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan pembangunan manusia. Para guru mengaji yang selama ini menjadi pilar pendidikan agama di tingkat akar rumput pun mendapatkan tempat yang layak dalam ekosistem kepedulian perusahaan.