SULAWESI TENGAH — Pemulihan kelistrikan di wilayah terluar Nusa Tenggara Timur menjadi prioritas utama PLN pascagempa yang mengguncang Flores pekan lalu. Selain fokus menormalkan pembangkit di sistem utama, perusahaan menyisir dampak kerusakan di pulau-pulau kecil yang infrastruktur kelistrikannya lebih rentan.
Salah satu titik kritis berada di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Sebelum gempa, listrik di pulau tersebut ditopang oleh PLTS berkapasitas 760 kW yang dilengkapi sistem baterai dan genset mobile 2x150 kW. Namun, kuatnya guncangan menyebabkan komponen pembangkit dan baterai rusak, memaksa PLN memutar otak untuk memulihkan layanan di tengah keterbatasan akses.
Logistik Laut Jadi Tantangan Utama Pemulihan
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Rita Triani, menyebut proses pemulihan di Pulau Palue berbeda dengan wilayah lain karena lokasinya terpisah dari daratan utama Flores. Pengiriman personel, peralatan, hingga genset harus menempuh jalur laut.
“Untuk Pulau Palue, sambil memperbaiki PLTS dan baterai yang mengalami kerusakan, kami memastikan kondisi kesiapan genset sebagai pasokan sementara agar masyarakat bisa kembali mendapatkan listrik secepat mungkin,” kata Rita dalam keterangan resminya, Selasa (18/8/2026).
Tim teknis yang diterjunkan saat ini tengah memeriksa dan memperbaiki PLTS serta sistem baterai yang terdampak. Perbaikan juga menyasar jaringan distribusi di pulau tersebut yang ikut rusak akibat gempa, dengan pemulihan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi infrastruktur di lapangan.
Perbaikan Bertahap di Golo Lebo, Manggarai Timur
Upaya serupa dilakukan di Golo Lebo, Kabupaten Manggarai Timur. PLN terus memperbaiki PLTS berkapasitas 440 kWp yang terdampak gempa. Hingga Senin (17/8) sore, dua unit sistem baterai yang rusak telah berhasil diperbaiki dan akan segera disambungkan kembali ke PLTS agar dapat menyimpan energi listrik.
Rita menegaskan, keselamatan menjadi prioritas dalam setiap proses pemulihan. “Kami ingin pemulihan tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga dilakukan dengan mengutamakan keselamatan sehingga sistem yang kembali beroperasi benar-benar dalam kondisi aman,” tambahnya.
PLN berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan hingga pasokan listrik di seluruh wilayah terdampak kembali normal. “Tim PLN akan terus bekerja sampai listrik kembali hadir dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat berangsur normal,” tutup Rita.
Gempa yang melanda Flores pada Sabtu pagi tersebut tidak hanya merusak infrastruktur kelistrikan, tetapi juga menjadi ujian ketangguhan sistem distribusi listrik di wilayah kepulauan yang mengandalkan pembangkit berbasis energi baru terbarukan.