Pencarian

Carlo Ancelotti Bawa Gaya "The Sopranos" ke Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Juni 2026 • 03:57:01 WIB
Carlo Ancelotti Bawa Gaya
Carlo Ancelotti membawa pendekatan taktis baru ke timnas Brasil menjelang Piala Dunia 2026.

SULAWESI TENGAH — Final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey — hanya 20-25 menit berkendara dari rumah fiksi Tony Soprano di North Caldwell. Jika tokoh dalam serial legendaris The Sopranos itu masih ada, ia akan punya banyak alasan untuk respek pada Carlo Ancelotti.

Ancelotti, atau yang akrab disapa Don Carlo, adalah kebalikan dari karakter Tony Soprano yang meledak-ledak. Dalam sesi terapi, Tony pernah merindukan sosok Gary Cooper: kuat, diam, dan penuh kendali. Ancelotti adalah versi nyata dari arketipe itu — ia hanya perlu mengangkat alis kiri 20 derajat untuk menunjukkan ketidaksetujuan, sama efektifnya dengan Tony yang membalikkan meja kaca.

Rekor yang Tak Tertandingi: 30 Trofi dan Lima Liga Top Eropa

Ancelotti adalah satu-satunya pelatih dalam sejarah yang memenangkan gelar liga di lima liga top Eropa (Italia, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol). Ia juga pelatih pertama dan satu-satunya yang mengoleksi lima trofi Liga Champions. Total 30 trofi sepanjang karier membuatnya masuk jajaran legenda hidup.

Pengalaman di level internasional juga sudah ia cicipi. Pada 1994, Ancelotti menjadi asisten Arrigo Sacchi di Italia saat Roberto Baggio gagal mengeksekusi penalti di final Piala Dunia di Pasadena. Ironisnya, Italia justru absen di turnamen 2026.

Brazil Bukan Lagi Samba Murni: Ancelotti Ubah Wajah Selecao

Penunjukan Ancelotti sebagai pelatih Brasil bukan sekadar gengsi. Ia telah membangun hubungan sehat dengan para bintang Selecao dan perlahan menggeser identitas tim dari sekadar mengandalkan skill individu ke struktur taktis yang lebih disiplin.

Hasilnya? Brasil kini bisa menang dengan cara “jelek” (win ugly) — kualitas yang justru kurang di turnamen-turnamen sebelumnya. Di Piala Dunia yang ketat, kemampuan ini bisa menjadi pembeda antara pulang lebih awal atau mengangkat trofi.

Dari New Jersey ke Langit Keenam

“Woke up this morning… got Brazil a sixth star,” begitu kira-kira nadanya jika lagu pembuka The Sopranos diparodikan. Brasil datang ke Amerika Serikat dengan misi membawa pulang bintang keenam di seragam mereka. Dan dengan Ancelotti di pinggir lapangan, misi itu tak lagi terdengar mustahil.

Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks