Pencarian

Lionel Messi Kini Main Tanpa Beban, Psikolog Sebut Lebih Berbahaya di Piala Dunia 2026

Rabu, 08 Juli 2026 • 00:25:01 WIB
Lionel Messi Kini Main Tanpa Beban, Psikolog Sebut Lebih Berbahaya di Piala Dunia 2026
Lionel Messi tampil tanpa beban mental setelah juara Piala Dunia 2022.

SULAWESI TENGAH — Keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar tak cuma mengubah status Messi di mata dunia. Pakar psikologi olahraga Arnau Torello menilai pencapaian itu telah melunasi "utang sejarah" yang selama bertahun-tahun membebani pikiran La Pulga. Dampaknya, performa natural Messi kini keluar maksimal tanpa gangguan mental.

"Mental Noise" Messi Hilang Usai Juara

Torello menjelaskan, setiap pertandingan yang dilakoni Messi sebelumnya terasa seperti ujian kelayakan publik. Setelah trofi Piala Dunia direbut, kebutuhan untuk membuktikan diri itu lenyap.

"Ketika kebutuhan untuk membuktikan diri itu hilang, maka sebagian 'mental noise' (gangguan mental) di kepala juga ikut lenyap," kata Torello dikutip dari Sport Es. "Saat gangguan itu berkurang, yang muncul adalah konsentrasi, kreativitas, fluiditas, keputusan yang lebih baik, dan minimnya rasa takut membuat kesalahan."

Fase "Bonus" dalam Karier Messi

Messi sendiri mengakui fase kariernya saat ini merupakan sebuah "bonus". Istilah itu bermakna ia bisa menikmati permainan tanpa beban kewajiban. Otak peraih delapan Ballon d'Or itu kini tidak lagi membuang energi untuk melindungi diri dari kritik.

"Seorang atlet biasa akan meningkat pesat ketika mereka berhasil membebaskan pikirannya. Bayangkan jika yang berhasil bebas itu adalah seorang Messi," ujar Torello.

Alarm Bahaya untuk Swiss di Perempat Final

Meski kecepatan fisik Messi berkurang seiring usia, Torello menilai visi bertanding dan kemampuan teknisnya justru berlipat ganda. Kondisi psikologis yang cair membuat keputusan Messi di lapangan lebih baik dan minim rasa takut melakukan kesalahan.

Hal ini menjadi alarm bahaya bagi Swiss yang akan menghadapi Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Tim asuhan Lionel Scaloni sebelumnya memastikan diri lolos ke delapan besar usai menang dramatis atas Mesir, Selasa (7/7).

Swiss dikenal sebagai tim yang mengandalkan fisik dan organisasi permainan rapi. Namun menurut Torello, organisasi rapi lawan akan sulit membendung kreativitas Messi yang kini bermain tanpa beban. Laga Argentina vs Swiss bakal bergulir pada Sabtu (11/7) atau Minggu (12/7) pagi waktu Indonesia.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks