SULAWESI TENGAH — Kans Inggris menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sejak 1966 kini terbuka lebar. Skuad The Three Lions tinggal melewati dua pertandingan di Piala Dunia 2026 untuk mengukir sejarah. Namun, lawan yang menghadang tidak ringan: juara bertahan Argentina di semifinal dan salah satu dari Prancis atau Spanyol jika lolos ke partai puncak.
Pembicaraan soal hari libur nasional mulai mengemuka di Inggris. Jika anak asuh Thomas Tuchel sukses membawa pulang trofi dari New Jersey, publik bertanya-tanya apakah Senin pagi akan menjadi hari libur nasional.
PM Starmer Sempat Beri Kode, Burnham Meredam Ekspektasi
Perdana Menteri yang akan segera lengser, Sir Keir Starmer, sempat memberikan sinyal. Dalam sebuah kesempatan di KTT NATO di Turki sebelum laga melawan Norwegia, ia berkata: “Saya tidak mau membawa sial, tapi tanyakan lagi jika kami sampai di final.”
Tanggal 24 Juli Jumat telah disiapkan sebagai hari perayaan. Namun, Starmer sudah mengundurkan diri bulan lalu dan tidak akan menjabat saat keputusan cuti nasional diambil. Penggantinya, Andy Burnham, sebelumnya meredam ekspektasi dengan menyebut pembicaraan soal hari libur “terlalu dini” saat Inggris masih bertandang ke Azteca.
Argentina dan Messi Jadi Batu Sandungan Pertama
Perjalanan Inggris tidak akan mudah. Argentina harus bekerja keras mencapai semifinal setelah melewati laga sengit melawan Cape Verde, Mesir, dan Swiss. Lionel Messi, yang kini berusia 39 tahun dan mungkin tampil di Piala Dunia terakhirnya, menjadi ancaman utama. Ia telah mencetak delapan gol di turnamen ini dan memecahkan rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 21 gol.
Jika berhasil melewati Argentina, Inggris masih harus menghadapi Prancis—yang disebut memiliki serangan terbaik turnamen—atau Spanyol dengan pertahanan paling solid. Dua pertandingan tersisa menentukan apakah Inggris akan mengukir sejarah atau kembali pulang dengan tangan hampa.