Pencarian

Josh King Jadi Talisman Fulham, Pelajaran dari Kegagalan Elliott dan Sessegnon

Selasa, 06 Oktober 2026 • 16:04:01 WIB
Josh King Jadi Talisman Fulham, Pelajaran dari Kegagalan Elliott dan Sessegnon
Josh King tampil sebagai pemain muda Fulham dengan dua gol dan penampilan reguler di Premier League musim ini.

SULAWESI TENGAH — Josh King menjelma sebagai pemain paling berbahaya Fulham di usia 19 tahun, dengan dua gol dan penampilan reguler di setiap laga Premier League musim ini. Nama remaja Inggris itu kini diprediksi bakal dikaitkan dengan klub-klub besar, tetapi sejarah akademi Craven Cottage memberi peringatan keras soal bahaya pindah terlalu dini.

Sejak menembus tim utama di bawah asuhan Marco Silva musim lalu, King sudah dipercaya tampil dalam 32 pertandingan Premier League. Sekitar separuh di antaranya sebagai starter, sebuah indikasi bahwa Fulham serius menyiapkan pemain kelahiran akademi ini sebagai tulang punggung jangka panjang.

Kehadiran pelatih anyar Álvaro Arbeloa tidak mengubah apa pun. King tetap menjadi pilihan utama, bahkan selalu masuk starting XI di laga-laga liga musim ini. Dua gol yang ia cetak menjadikannya ancaman nyata bagi pertahanan lawan.

Dua Gol dan Permainan Cerdas Jadi Senjata Fulham

Yang membuat King menonjol bukan sekadar angka. Pergerakannya tanpa bola dan visi membuka pertahanan lawan disebut sebagai kualitas langka untuk pemain seusianya. Fulham, yang musim panas lalu kehilangan Harry Wilson, sempat diragukan soal siapa yang bakal jadi kreator serangan.

King menjawab keraguan itu. Ia kini disebut-sebut sebagai satu-satunya pemain Fulham yang mampu membuat penonton berdiri dari kursi mereka.

Jejak Harvey Elliott: Debut Termuda, Karier Tak Mulus

Delapan tahun lalu, Harvey Elliott mencatat sejarah sebagai pemain termuda Fulham saat debut di usia 15 tahun 174 hari melawan Millwall di putaran ketiga Carabao Cup. Ia juga menjadi pemain termuda yang pernah tampil di kompetisi tersebut.

Namun setelah hanya tiga penampilan senior untuk Fulham, Liverpool bergerak cepat merekrutnya saat masih berusia 16 tahun dan belum menandatangani kontrak profesional. Elliott sempat bersinar di Blackburn Rovers lewat 18 kontribusi gol, tetapi kesulitan menembus lini serang Liverpool yang bertabur bintang.

Setelah menjadi Pemain Terbaik di Euro U-21 2025, kariernya justru menukik. Masa pinjaman di Aston Villa berjalan buruk, dan kini ia dipinjamkan ke Valencia yang tengah terpuruk. Di usia 23 tahun, Elliott berada di titik terendah kariernya.

Patrick Roberts dan Ryan Sessegnon: Dua Contoh Lain

Nama Patrick Roberts juga muncul sebagai peringatan. Ia bersinar di Championship bersama Fulham sebelum pindah ke Manchester City pada 2015. Alih-alih berkembang, Roberts dipinjamkan ke berbagai klub di Eropa sebelum akhirnya membangun ulang karier di League One bersama Sunderland. Kini ia bermain untuk Birmingham City di kasta kedua.

Ryan Sessegnon punya kisah serupa. Setelah menjadi pemain reguler Fulham di Premier League saat remaja, ia direkrut Tottenham pada 2019 di usia 19 tahun. Minim menit bermain, ia kembali ke Craven Cottage pada 2024. Kini di usia 26 tahun, Sessegnon masih kalah bersaing dari Antonee Robinson di posisi bek kiri.

Fulham Diminta Bangun Skuad di Sekitar King

Meski demikian, King punya jalur berbeda. Ia disebut telah meninggalkan jejak lebih besar di tim utama Fulham dibandingkan para pendahulunya di kasta tertinggi Inggris. Kontrak barunya yang diteken pada 2025 menjadi dasar bagi klub untuk membangun proyek jangka panjang.

Fulham disarankan memberi King kontrak besar dan menjadikannya pusat proyek tim. Dengan begitu, ia bisa berkembang menjadi gelandang serang top sekaligus mengukir namanya dalam sejarah klub.

Bahaya Degradasi Mengintai Masa Depan King

Masalahnya, Fulham saat ini tampil jauh dari meyakinkan. Mereka sudah terlihat seperti kandidat kuat degradasi, meski performa sempat membaik melawan Liverpool dan Manchester United. Ketajaman di sepertiga akhir lapangan tetap jadi kelemahan utama.

Jika Fulham turun kasta, kepergian King hampir pasti terjadi. Kualitasnya terlalu tinggi untuk bermain di Championship, dan ambisi menembus klub besar akan sulit ditahan.

Bagi Fulham, King adalah harapan terakhir untuk bertahan. Bagi King sendiri, kisah Elliott, Roberts, dan Sessegnon sudah cukup menjadi pelajaran bahwa pindah terlalu cepat bisa menghancurkan segalanya.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks