Pencarian

Pochettino Desak Gelar 2016-17 Spurs, Chelsea Dianggap Cuma Kena Denda

Kamis, 10 September 2026 • 21:03:01 WIB
Pochettino Desak Gelar 2016-17 Spurs, Chelsea Dianggap Cuma Kena Denda
Pochettino menilai denda Chelsea tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan.

SULAWESI TENGAH — Pochettino, yang saat itu membawa Tottenham finis runner-up dengan selisih tujuh poin dari Chelsea, menilai sanksi denda yang diterima The Blues tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan. Baginya, ada tim lain yang dirugikan secara langsung di atas lapangan.

"If they admitted they broke the rules, the Premier League title was for the second-best team," ujar Pochettino, dikutip dari pernyataannya.

Empat Pemain Kunci Chelsea di Musim 2016-17 Terkait Skandal Pembayaran

Investigasi Premier League menyoroti pembayaran rahasia dalam sejumlah transfer besar Chelsea, termasuk Eden Hazard, Samuel Eto'o, Willian, Ramires, David Luiz, Andre Schurrle, dan Nemanja Matic. Dari daftar itu, empat nama masih memperkuat Chelsea pada musim 2016-17: Hazard, Willian, Luiz, dan Matic.

Empat pemain tersebut bukan sekadar penghuni bangku cadangan. Mereka berkontribusi langsung pada gelar juara yang diraih Chelsea di bawah Antonio Conte.

Hazard Sumbang 16 Gol, Kontribusinya Setara 10 Poin

Hazard menjadi wajah dari pelanggaran yang diungkap investigasi. Chelsea mengeluarkan £32 juta untuk memboyongnya dari Lille pada musim panas 2012. Antara Mei 2013 dan Agustus 2016, tujuh pembayaran dengan total £5,6 juta dialirkan ke agen tak terdaftar "for the benefit of the club in connection with Hazard's transfer".

Dampaknya di musim 2016-17 sangat besar. Hazard tampil sebagai starter dalam 36 laga Premier League, mencetak 16 gol dan lima assist. Ia menjadi pemain terbaik Chelsea musim itu, masuk PFA Team of the Year, dan masuk daftar pendek PFA Player of the Year.

Gol dan assist Hazard secara langsung mempengaruhi hasil empat pertandingan. Ia mencetak gol pembuka saat Chelsea menang 2-1 atas West Ham pada Agustus, lalu satu gol plus satu assist dalam kemenangan 2-0 atas Southampton pada November.

Pada Maret, Hazard kembali membuka skor dalam kemenangan 2-1 atas West Ham. Puncaknya pada April, ia mencetak dua gol saat Chelsea mengalahkan Manchester City 2-0. Kontribusi itu setara dengan 10 poin bagi Chelsea.

Willian dari Bangku Cadangan, Sumbang 8 Poin Krusial

Willian bergabung dari Anzhi Makhachkala pada 2013. Investigasi menemukan pembayaran senilai £19,2 juta ke dua entitas tak terdaftar terkait transfernya dan Eto'o.

Di musim 2016-17, Willian memang lebih sering masuk dari bangku cadangan — 19 dari 34 penampilannya dimulai sebagai pengganti. Tapi produktivitasnya tetap tinggi: delapan gol dan delapan assist.

Kontribusinya krusial di empat laga. Assist dalam kemenangan 1-0 atas Sunderland pada Desember, dua gol saat menghancurkan Stoke 4-2, gol pembuka dalam kemenangan 2-1 atas Stoke pada Maret, dan assist untuk gol kemenangan 4-3 atas Watford pada Mei. Total delapan poin dari laga-laga tersebut.

Yang menarik, Chelsea menikung Tottenham di menit-menit akhir untuk mendapatkan Willian. Spurs berhak berspekulasi bahwa pembayaran rahasia itulah yang membuat Chelsea menang dalam perburuan tanda tangan pemain Brasil tersebut.

Matic dan Luiz: Nama Lama yang Kembali dengan Cara Dipertanyakan

Investigasi menemukan Chelsea melakukan pembayaran total £5,1 juta antara 2012 dan 2015 "to provide talent identification services in certain European countries". Pembayaran ini dikaitkan dengan registrasi Ramires, Luiz, Schurrle, dan Matic.

Pada 2016-17, Matic dan Luiz sudah berada di periode kedua mereka di Stamford Bridge. Matic kembali pada 2014, sementara Luiz sempat memperkuat Paris Saint-Germain dari 2014 hingga 2016 sebelum kembali ke London.

Matic tampil dalam 35 laga liga musim itu, 30 di antaranya sebagai starter, dengan satu gol dan tujuh assist. Meski transfer kembalinya tidak secara spesifik disebut dalam investigasi, kaitannya tetap terbentuk dari pola pembayaran yang sama.

Denda vs Pengurangan Poin: Ketimpangan yang Dipersoalkan

Yang membuat wacana ini menguat adalah perbandingan sanksi. Chelsea telah didenda oleh UEFA, Premier League, dan FA. Tapi tidak ada pengurangan poin.

Di sisi lain, Everton dan Nottingham Forest harus menerima pengurangan poin karena pelanggaran profit and sustainability yang nilainya relatif kecil. Fans kedua klub itu mempertanyakan mengapa Chelsea yang terbukti melakukan pembayaran rahasia untuk merekrut bintang justru hanya terkena denda.

Sementara itu, belum ada tanda-tanda putusan dalam kasus 115 dakwaan Manchester City terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Ketidakpastian ini menambah panjang daftar pertanyaan tentang konsistensi penegakan aturan di liga.

Pochettino bukan orang pertama yang mempertanyakan hal ini, tapi ia salah satu figur paling signifikan yang mengartikulasikannya secara terbuka. Pertanyaannya kini: apakah argumennya cukup kuat untuk mengubah sejarah, atau ini hanya jadi catatan kaki dalam sengketa finansial yang tak berujung?

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks