SULAWESI TENGAH — Perjalanan Como dari kubangan sepak bola amatir Italia menuju panggung terelite Eropa hanya butuh tujuh tahun. Klub yang bermarkas di tepi Danau Como ini menjadi bukti nyata bagaimana suntikan modal dan manajemen modern mengubah wajah sebuah klub.
Debut di UCL ini menjadi puncak dari rentetan promosi beruntun yang dimulai sejak Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono mengakuisisi saham klub pada 2019. Saat itu, Como masih terpuruk di Serie D, kasta keempat Liga Italia.
Loncat Empat Kasta dalam Tujuh Musim
Musim 2018/2019 menjadi titik balik. Como keluar sebagai juara Serie D dan promosi ke Serie C, sekaligus mengakhiri masa kelam sebagai klub amatir. Dua musim berselang, tim asal Lombardia itu menjuarai Serie C 2020/2021 dan naik ke Serie B.
Promosi beruntun berlanjut. Como menjadi runner-up Serie B musim 2023/2024 dan mengamankan tiket ke Serie A. Tak berhenti di situ, hanya dalam dua musim berlaga di kasta tertinggi, Como langsung menembus posisi empat besar dan merebut satu dari empat jatah Italia di UCL.
Duel Perdana Kontra RB Leipzig
Laga bersejarah itu akan digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia, markas kebanggaan yang berdiri tepat di pinggir Danau Como. RB Leipzig, wakil Jerman, menjadi lawan pertama yang harus dihadapi skuad asuhan Cesc Fabregas pada matchday pembuka fase liga.
Fabregas, yang juga memegang saham minoritas klub, didampingi legenda Arsenal Thierry Henry yang turut memiliki kepemilikan minoritas. Duo mantan bintang Premier League ini menjadi arsitek utama di balik kebangkitan Como di papan atas Serie A.
Mirwan Suwarso dan Gestur yang Menggetarkan
Menjelang laga debut, nama Presiden Klub Mirwan Suwarso justru mencuri perhatian publik sepak bola Eropa. Orang kepercayaan Hartono bersaudara yang pernah menangani program Garuda Select ini membuat keputusan yang tak lazim.
Mirwan berencana memberikan kursinya di tribun Stadion Sinigaglia kepada suporter berusia di atas 75 tahun. Langkah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan luar biasa kepada para pendukung setia yang telah lama menanti momen bersejarah ini.
Dukungan penuh dari tribun tentu menjadi modal berharga bagi Como yang akan menghadapi ujian terbesar dalam sejarah klub. Pertandingan melawan RB Leipzig akan menjadi pembuktian apakah dongeng Como mampu berlanjut di pentas terbaik Eropa.