SULAWESI TENGAH — Arema FC menyiapkan taktik khusus untuk meredam kekuatan lini serang Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10). Pelatih Marcos Santos menilai lini depan tim tamu punya kualitas individu di atas rata-rata, terutama Allano dan Milan Ritovski. Kemenangan jadi harga mati untuk menyudahi tren dua hasil seri beruntun.
Marcos Santos mengaku sudah merancang strategi spesifik untuk mematikan serangan Bhayangkara. Namun ia enggan membocorkan detailnya ke publik. "Tentu sudah ada strategi untuk menghadapi mereka tapi tidak bisa saya sampaikan, terpenting bagi kami adalah menghentikan serangan Bhayangkara," kata Marcos dalam konferensi pers di Kota Malang, Sabtu.
Allano Jadi Ancaman Utama di Lini Depan Bhayangkara
Perhatian Marcos tertuju pada Allano, penyerang sayap asal Brasil yang kini bergeser jadi playmaker Bhayangkara. Posisi barunya membuat Allano lebih leluasa mengancam pertahanan lawan. Marcos menilai kemampuan Allano menjalankan peran berbeda itu membuatnya sulit dijaga pemain Arema.
Selain Allano, striker Milan Ritovski juga masuk radar. Marcos menyebut kedua pemain itu sebagai sosok yang wajib diwaspadai barisan belakang Arema. "Lini depan (Bhayangkara) sangat kuat," ucapnya.
Keseimbangan Serang-Bertahan Jadi Kunci
Marcos mengingatkan pemainnya agar tidak hanya fokus menyerang. Menurutnya, keseimbangan antara menyerang dan bertahan jadi bagian penting untuk meminimalkan ancaman Bhayangkara. "Kita tidak boleh hanya menyerang tapi lupa bertahan dan sebaliknya," kata Marcos.
Lini belakang Arema memang perlu kewaspadaan ekstra. Dua laga terakhir berakhir seri, termasuk laga tandang melawan PSM yang berakhir 3-3 dan 1-1 di Stadion Kanjuruhan menghadapi Persik.
Tiga Poin untuk Akhiri Tren Seri
Raihan tiga poin atas Bhayangkara akan menyudahi tren seri Arema dalam dua pertandingan sebelumnya. Kemenangan juga penting untuk menjaga posisi tim di papan klasemen. Laga di Stadion Kanjuruhan menjadi kesempatan Arema memanfaatkan dukungan suporter sendiri.
Bhayangkara datang dengan kekuatan lini serang yang menonjol. Allano dan Ritovski menjadi dua nama yang paling sering disebut Marcos. Arema diprediksi tak akan bermain terbuka penuh, mengingat ancaman serangan balik tim tamu.