SULAWESI TENGAH — Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Sabtu (10/10/2026) pukul 01.00 WIB dan tercatat 31 kali letusan dalam sepekan terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status gunung di Level III (Siaga) dengan rekomendasi zona aman 13 kilometer dari puncak. Erupsi dini hari terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14 milimeter dan durasi 190 detik.
Pengamatan kegempaan pada 10 Oktober 2026 pukul 18.00-23.59 WIB mencatat 33 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-23 milimeter dan lama gempa 91-159 detik. Selain itu, terdeteksi 3 kali gempa guguran beramplitudo 2-4 milimeter serta 2 kali gempa hembusan beramplitudo 5-7 milimeter.
Zona Berbahaya yang Wajib Dihindari
PVMBG menghimbau tidak ada aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.
Larangan itu berlaku karena kawasan tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun di kawasan puncak.
Semeru Terbanyak Erupsi Sepanjang 2026
MAGMA Indonesia mencatat 5.026 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026. Gunung Semeru menempati posisi teratas dengan 1.950 kali letusan, jauh melampaui gunung api lain.
Frekuensi erupsi yang tinggi ini menjadikan Semeru salah satu gunung paling aktif di Indonesia. Status Level III (Siaga) masih dipertahankan hingga laporan terakhir PVMBG.
Dampak bagi Aktivitas Wisata dan Pendakian
Bagi traveler yang berencana mendaki atau berkemah di kawasan Semeru, status Siaga berarti jalur pendakian umumnya ditutup sementara. Wisatawan disarankan menunda kunjungan ke area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sisi selatan hingga status diturunkan.
Pemantauan kondisi terkini bisa dilakukan melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal resmi PVMBG. Informasi soal status gunung dan rekomendasi zona aman diperbarui secara berkala setiap hari.
Warga dan wisatawan diimbau mengikuti arahan petugas lapangan serta tidak mendekati kawasan rawan bencana. Durasi ideal untuk menunda perjalanan ke Semeru bergantung pada perkembangan aktivitas vulkanik dalam beberapa pekan ke depan.