Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus menggencarkan program Palu Mandiri, Adaptif dan Stabilitas Pangan (Mapan) dengan menanam 4.000 bibit tomat di Kelurahan Bayoge, Kecamatan Tatanga. Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin menyebut langkah ini menjadi strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif di tengah menyusutnya luas lahan pertanian.
PALU — Sebanyak 4.000 bibit tomat ditanam di Kelurahan Bayoge, Kecamatan Tatanga, sebagai bagian dari gerakan Palu Mandiri, Adaptif dan Stabilitas Pangan (Mapan). Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin meninjau langsung penanaman yang memanfaatkan lahan milik masyarakat tersebut, Rabu.
Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui optimalisasi lahan tidur. Imelda mengakui luas lahan pertanian di Kota Palu kian menyusut, tetapi pemerintah tetap berkomitmen mengoptimalkan lahan yang masih tersedia.
Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan
"Kami berharap masyarakat manfaatkan potensi lahan di sekitar untuk menanam tanaman produktif hortikultura untuk kepentingan konsumsi rumah tangga," ujar Imelda di Palu.
Melalui program Palu Mapan, Pemkot Palu memberikan pendampingan kepada petani mulai dari proses budi daya hingga pemasaran hasil panen. Sektor pertanian terus dikembangkan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.
Wilayah Tematik: Bayoge Fokus Tomat, Poboya Kembangkan Cabai
Pemkot Palu membagi wilayah-wilayah tematik gerakan Palu Mapan supaya komoditas pangan yang ditanam lebih bervariasi. Kelurahan Bayoge difokuskan untuk pengembangan komoditas tomat, sementara Kelurahan Poboya mengembangkan komoditas cabai.
"Di wilayah Kelurahan Poboya kami fokuskan pengembangan komoditas cabai, kemudian di Kelurahan Bayoge pengembangan komoditas tomat, supaya lebih bervariasi dan pengembangan komoditas pertanian tentu menjadi nilai tambah bagi ekonomi keluarga," tuturnya.
Strategi Pengendalian Inflasi Berbasis Masyarakat
Program inovasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi strategi pengendalian inflasi daerah berbasis masyarakat. Lahan tidur dan pekarangan rumah dioptimalkan menjadi area produktif untuk menanam komoditas strategis.
Gerakan tanam mencakup komoditas seperti cabai, bawang merah, tomat, jagung, dan kacang tanah. Pemkot Palu juga mendorong optimalisasi lahan pekarangan melalui urban farming maupun pengembangan hidroponik di seluruh wilayah.