PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan jajaran pemerintah kabupaten dan kota untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tuberkulosis. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat deteksi dini dan memastikan program pemberantasan TB berjalan efektif hingga tingkat kecamatan.
Instruksi tersebut mengemuka dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2028).
Satgas Tak Sekadar Seremonial, Wajib Evaluasi Berkala
Anwar menegaskan Satgas TB yang dibentuk nantinya tidak hanya bertugas melakukan penanganan kasus. Lebih dari itu, satgas harus menjalankan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program pemberantasan berjalan di seluruh wilayah.
“Kepala Daerah, saya pesan, ini TB menjadi prioritas. Kalau perlu, kita bikin masing-masing Satgas TB di kabupaten/kota. Provinsi juga kita bikin untuk melakukan monitoring di semua kabupaten/kota, sehingga daerah yang masih lemah bisa kita perkuat,” tegas Gubernur.
Kenapa TB Jadi Prioritas di Sulteng?
Lonjakan kasus tuberkulosis yang masih tergolong tinggi menjadi alasan utama kebijakan ini digulirkan. Tanpa kesatuan gerak, upaya eliminasi penyakit menular ini dipastikan berjalan timpang antardaerah.
Gubernur menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, perguruan tinggi, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Menurutnya, penuntasan TB tidak bisa hanya dibebankan pada dinas kesehatan semata.
“Kalau kita serius semua, satu langkah, satu program, kesatuan gerak, saya yakin dan percaya ini akan bisa kita tuntaskan,” ujarnya.
Dukungan 16 Unit Portable X-Ray untuk Deteksi Dini
Pemerintah provinsi menyambut baik komitmen Kementerian Kesehatan yang akan memperkuat deteksi dini TB di Sulawesi Tengah. Sebanyak 16 unit portable X-Ray dijadwalkan tiba pada September 2026 untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.
“Kalau masyarakat kita sudah tidak susah lagi untuk berobat, sekarang mari kita fokus menjadikan Sulawesi Tengah ini bebas dari TB,” kata Anwar.
Dengan terbentuknya satgas di setiap kabupaten dan kota serta koordinasi yang kuat antara provinsi dan daerah, Gubernur optimistis target eliminasi TB pada 2030 dapat diwujudkan. “Semoga eliminasi TB tahun 2030 itu akan kita capai secara bersama-sama,” pungkasnya.