SIGI — BPBD Kabupaten Sigi menyebutkan tiga kecamatan di kawasan pegunungan yang sebelumnya rawan terdampak kekeringan kini mulai diguyur hujan. Kondisi ini secara langsung menekan potensi kebakaran hutan dan lahan yang mengancam wilayah tersebut sepanjang musim kemarau dan fenomena El Nino.
Kepala Bidang Bencana BPBD Sigi, Ahmad Yani, mengonfirmasi bahwa laporan hujan telah diterima dari sejumlah lokasi. Bahkan, di beberapa titik, hujan turun dengan intensitas lebat.
"Alhamdulillah, memang beberapa lokasi sudah melaporkan terjadinya hujan seperti di Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro, bahkan ada hujan dengan intensitas lebat," kata Ahmad Yani di Dolo, Selasa.
Sepanjang musim kemarau dan puncak El Nino, tidak ada laporan kejadian karhutla yang masuk dari tiga kecamatan tersebut. BPBD berharap kondisi ini bertahan hingga musim hujan tiba sepenuhnya.
Nokilalaki dan Palolo Mulai Diguyur Hujan Ringan
Selain tiga kecamatan di atas, wilayah Nokilalaki dan Palolo juga tercatat aman dari karhutla. Kedua kecamatan ini beberapa kali dilaporkan turun hujan dengan intensitas kecil hingga sedang.
"Untuk wilayah yang sudah mulai hujan ini tidak ada laporan kejadian karhutla. Harapannya tidak ada kejadian kebakaran lahan di Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro," ucap Ahmad Yani.
Lima Kecamatan Masih Terpapar Panas Ekstrem
Kondisi berbeda terjadi di bagian selatan Kabupaten Sigi. Wilayah Gumbasa, Tanambulava, Dolo Selatan, Dolo Barat, Marawola, Sigi Kota, Sigi Biromaru, serta Kinovaro masih terpapar panas ekstrem akibat puncak El Nino.
Menurut Ahmad Yani, berkurangnya vegetasi di wilayah tersebut menjadi pemicu utama kekeringan. Lahan yang gundul lebih cepat menyerap panas sehingga rentan mengalami kekeringan berkepanjangan.
"Salah satu penyebabnya karena vegetasi di wilayah tersebut sudah mulai berkurang, sehingga begitu terpapar panas jadi lebih mudah untuk mengalami kekeringan," jelasnya.
Karhutla Agustus: 5 Kecamatan Terdampak, Marawola hingga Dolo Selatan
Data BPBD mencatat, selama Agustus ini sudah ada lima kecamatan yang melaporkan kejadian karhutla. Mereka adalah Kecamatan Marawola, Gumbasa, Sigi Kota, Dolo Barat, dan Dolo Selatan.
Kelima wilayah tersebut berada di dataran rendah yang vegetasinya lebih minim dibanding kawasan pegunungan. Hingga kini, BPBD Sigi masih memantau perkembangan cuaca dan potensi titik api di wilayah selatan yang belum diguyur hujan.