BPBD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mempercepat normalisasi sungai di Kecamatan Kasimbar setelah banjir melanda tiga desa pada Senin (24/8) pagi. Peristiwa yang dipicu hujan lebat itu membuat 115 kepala keluarga (KK) terdampak dan merendam sekitar 4 hektare kebun warga di Desa Kasimbar Palapi.
PARIGI — Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Kasimbar pada Senin (24/8) pagi memaksa BPBD Parimo bergerak cepat. Normalisasi sungai di wilayah itu dipercepat untuk mengantisipasi banjir susulan, menyusul sedimentasi yang sudah parah dan menyebabkan pendangkalan.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parimo, Rivai, menyebut banjir di Kasimbar merupakan peristiwa berulang. Penanganan darurat yang paling dibutuhkan saat ini adalah pengerukan sedimentasi sungai agar kapasitas aliran air kembali normal.
Pengerukan Ditargetkan Rampung dalam Enam Hari
Pekerjaan normalisasi difokuskan terlebih dahulu di Desa Kasimbar Palapi, dengan target penyelesaian selama tiga hari dari total enam hari yang direncanakan. Setelah itu, pengerukan akan dilanjutkan ke desa-desa lain yang terdampak, termasuk Kasimbar Induk dan Kasimbar Selatan.
"Normalisasi merupakan langkah penanganan darurat. Pekan lalu wilayah tersebut juga dilanda banjir dan kegiatan normalisasi sudah dilakukan," kata Rivai di Parigi, Selasa.
Warga Lebih Butuh Normalisasi Daripada Bantuan Makanan
Menariknya, warga terdampak justru belum meminta bantuan logistik berupa makanan. Kebutuhan paling mendesak yang disuarakan adalah percepatan normalisasi sungai agar rumah dan kebun mereka tidak kembali terendam saat hujan deras mengguyur.
BPBD Parimo mengaku belum menyalurkan bantuan makanan karena stok logistik masih menunggu pasokan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selama ini, logistik penanganan bencana di Parimo bergantung pada pemerintah pusat, bukan dari APBD.
BPBD Minta Warga Bersabar
Rivai meminta warga di wilayah terdampak bersabar karena pemerintah berkomitmen melakukan penanggulangan secara cepat dan tepat. Ia memastikan langkah-langkah konkret terus dilakukan, terutama untuk memulihkan fungsi sungai di Kasimbar.
"Kami terus melakukan langkah-langkah konkret dalam pelaksanaan penanggulangan bencana," ujarnya.