Pencarian

32 Pekerja Asal Indramayu di Morowali Tak Terima Gaji 2 Bulan, PT Wulin Lentera Berkah Diduga Ingkar Janji

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:11:31 WIB
32 Pekerja Asal Indramayu di Morowali Tak Terima Gaji 2 Bulan, PT Wulin Lentera Berkah Diduga Ingkar Janji
pekerja asal Indramayu di Morowali melaporkan dugaan tunggakan gaji dua bulan oleh PT Wulin Lentera Berkah.

MOROWALI — Nasib 32 pekerja asal Indramayu, Jawa Barat, menggantung di perantauan. Mereka mengaku belum menerima hak gaji dari PT Wulin Lentera Berkah selama dua bulan terakhir, yakni periode Juli hingga Agustus 2026, padahal pekerjaan pembangunan perumahan Puspa Griya di Desa Padabaho, Kecamatan Bahodopi, telah rampung.

Keluhan ini mencuat melalui unggahan akun Facebook "Ayit" di grup IMIP Bersatu pada Selasa (25/8/2026). Dalam tulisannya, para pekerja menuntut tanggung jawab perusahaan atas upah yang tak kunjung dibayarkan.

Rumah Sudah Dihuni, Jalan dan Saluran Sudah Dipakai, Upah Tak Kunjung Dibayar

Para pekerja yang berasal dari Indramayu ini mengaku telah menyelesaikan seluruh pekerjaan mereka di proyek perumahan tersebut sejak Agustus 2024. Namun, hingga saat ini, pembayaran untuk 32 orang pekerja belum juga diselesaikan oleh manajemen PT Wulin Lentera Berkah.

"Kerjaan udah selesai semua di PT Wulin Lentera Berkah di Puspa Griya sampai sekarang tidak diselesaikan pembayaran pekerja sebanyak 32 orang," tulis Ayit dalam unggahannya.

Ayit menambahkan bahwa infrastruktur yang mereka bangun, seperti rumah, jalan, dan saluran air, sudah digunakan. Akan tetapi, kewajiban perusahaan kepada para pekerja justru diabaikan. "Rumah sudah ditempatin, jalan dan saluran udah dipakai tapi pembayaran ke pekerja belum diselesaikan," tegasnya.

Mediasi dengan Perusahaan di Jakarta Belum Membuahkan Hasil

Upaya hukum dan mediasi pun telah dicoba. Para pekerja mengaku telah meminta bantuan untuk mengirimkan surat kepada PT Yosan Surya Haya dan PT PSSI agar difasilitasi pertemuan mediasi dengan pihak PT Wulin Lentera Berkah di Jakarta.

"Kami sudah minta bantuan mengirim surat kepada PT Yosan Surya Haya dan PT PSSI untuk mediasi atau dipertemukan antara pihak PT Wulin dan para pekerja di Jakarta. Namun belum ada hasil," ungkapnya.

Para pekerja menilai perusahaan hanya memberikan janji-janji untuk mengulur waktu tanpa ada itikad menyelesaikan kewajiban. Mereka bahkan mengaku terlantar di lokasi kerja dan tidak mendapatkan biaya pulang ke kampung halaman.

"Kami sampai diterlantarkan di lokasi kerja dan pulang enggak dibiayain. Mana tanggung jawabmu dan mana kemanusiaanmu," tandasnya.

Desakan Pelaporan ke Dinas Ketenagakerjaan

Mencuatnya persoalan ini pun memicu beragam tanggapan dari warganet di grup IMIP Bersatu. Beberapa di antaranya menyarankan agar para pekerja segera melaporkan kasus ini secara resmi ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat.

Seorang warganet dengan akun "Naswa Plafon" menyarankan agar hal ini dilaporkan pada Dinas Nakerstran. Sementara itu, akun "Budi Antop" menyerukan agar kasus ini diviralkan hingga mendapat perhatian dari pihak terkait, termasuk pimpinan daerah.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi langsung kepada manajemen PT Wulin Lentera Berkah. Namun, nomor kontak perusahaan tidak dapat ditemukan. Para pekerja bertekad untuk terus menuntut hak mereka hingga ada kejelasan dari perusahaan.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dteksinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks