Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menargetkan 31.316 kepala keluarga (KK) kurang mampu sebagai penerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tahun 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu Irmayanti Petalolo menyebut penyaluran dijadwalkan pekan depan, menunggu surat resmi dari Perum Bulog selaku eksekutor.
PALU — Sebanyak 31.316 kepala keluarga (KK) di Kota Palu bakal menerima bantuan pangan pemerintah yang bersumber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tahun 2026. Para penerima adalah warga kurang mampu yang masuk dalam kelompok desil 5 ke bawah.
"Sebanyak 31.316 KK yang menjadi sasaran merupakan warga kurang mampu yang masuk dalam kelompok desil 5 ke bawah dengan alokasi beras sebanyak 30 kilogram per penerima manfaat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu Irmayanti Petalolo, Sabtu.
Jadwal Penyaluran Menunggu Instruksi Bulog
Irmayanti menjelaskan, penyaluran bantuan pangan dijadwalkan berlangsung pekan depan. Meski begitu, pihaknya masih menunggu surat dari Perum Bulog yang ditugaskan pemerintah pusat sebagai eksekutor penyaluran.
Pemkot Palu terus membangun koordinasi bersama Bulog, perangkat daerah, satuan tugas (Satgas Pangan) dan pihak terkait lainnya. Koordinasi ini untuk memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, maupun kelancaran distribusi beras kepada masyarakat.
Menjaga Daya Beli dan Stabilitas Harga Pangan
Program bantuan pangan ini merupakan upaya pemerintah meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama beras. Tujuannya untuk mengurangi pengeluaran belanja makanan bagi keluarga berpenghasilan rendah.
"Selain menjaga daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga bahan pokok penting, juga bagian dari upaya mencegah kerawanan pangan dan gizi pada kelompok masyarakat rentan," tutur Irmayanti.
Bantuan ini sekaligus dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional serta mengendalikan harga bahan pokok penting di tengah gejolak ekonomi.
Stok Beras di Pasar Tradisional Palu Masih Aman
Dari hasil inspeksi yang dilakukan Pemkot Palu pada Jumat (21/8/2026), ketersediaan stok beras di pasar tradisional dinilai sangat memadai. Harga beras di pasar tercatat berkisar Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.
"Kami memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau," ucap Irmayanti.
Pemkot Palu berkomitmen memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan tepat jumlah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga penerima di ibu kota Sulawesi Tengah tersebut.