PALU — Enam lembaga vokasi di Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai mitra resmi penyelenggara pelatihan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program SMK Go Global. Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musna, mengungkapkan total 220 peserta akan mengikuti 11 paket pelatihan yang tersebar di Poltekkes Kemenkes Palu dan sejumlah SMK negeri di ibu kota provinsi.
Program ini menyasar lima sektor utama yang sedang dibutuhkan pasar kerja luar negeri. Bidang tersebut meliputi perhotelan (housekeeping dan spa therapist), manufaktur khususnya pengelasan (welder), perawatan lansia atau disabilitas (caregiver), serta awak kapal (ABK sea-based).
Enam Lembaga Vokasi yang Terlibat dan Bidangnya
Mustaqim merinci pembagian tugas masing-masing lembaga. Poltekkes Kemenkes Palu mendapat porsi terbesar dengan tiga paket pelatihan caregiver untuk 60 peserta, disusul SMK Negeri 4 Palu yang mengampu satu paket pelatihan di bidang yang sama.
Untuk sektor perhotelan, SMK Negeri 1 Palu dipercaya menyelenggarakan dua kelas, yakni spa therapist dan housekeeping. Sementara itu, SMK Negeri 3 Palu fokus pada pelatihan welder, dan SMK Negeri 7 Palu mengelola pelatihan ABK sea-based.
Memberdayakan Fasilitas Sekolah Kejuruan
Pelibatan sekolah menengah kejuruan dalam program ini bukan tanpa alasan. Menurut Mustaqim, langkah ini merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan infrastruktur dan sumber daya manusia yang sudah tersedia di masing-masing sekolah.
"Karena kami bekerja sama dengan SMK, kami ingin memberdayakan SMK yang ada," ujarnya di Palu, Rabu.
Penetapan keenam lembaga tersebut tidak sembarangan. Mereka dinyatakan lolos verifikasi oleh Direktorat yang membidangi pelatihan vokasi di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), baik dari sisi kelengkapan infrastruktur pelatihan maupun kapasitas tenaga pengajar.
Bukan Sekadar Pelatihan, Tapi Jaminan Penempatan Kerja
Mustaqim menegaskan bahwa program SMK Go Global tidak berhenti pada pemberian sertifikat kompetensi teknis dan kemampuan bahasa. Peserta yang dinyatakan lulus akan diarahkan langsung untuk mengakses lowongan kerja di luar negeri yang telah diverifikasi oleh KP2MI.
Program ini merupakan bagian dari instruksi presiden untuk menyiapkan 500 ribu tenaga kerja terampil. Targetnya, 300 ribu di antaranya merupakan lulusan SMK dan 200 ribu lainnya berasal dari jalur umum.