SULAWESI TENGAH — Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Saat India Open digelar awal tahun ini, pertandingan tunggal putra antara Loh Kean Yew (Singapura) dan HS Prannoy (India) terpaksa dihentikan dua kali setelah kotoran merpati jatuh ke lapangan. Seekor monyet bahkan sempat terlihat masuk ke dalam stadion, sementara para pemain mengeluhkan polusi udara yang pekat.
Kini, untuk ajang yang jauh lebih besar—Kejuaraan Dunia BWF—panitia tidak mau mengambil risiko. Indira Gandhi Indoor Stadium, venue yang dibangun untuk Asian Games 1982 dan direnovasi jelang Commonwealth Games 2010, menjalani perombakan besar-besaran.
Pintu Kayu Diganti, Ventilasi Ditutup Rapat
Sekretaris Jenderal Asosiasi Bulu Tangkis India, Sanjay Mishra, mengatakan seluruh pintu kayu di stadion telah diganti dengan sistem pintu ganda yang mengunci otomatis. Jaring berkualitas tinggi juga dipasang di berbagai titik yang berpotensi menjadi akses masuk burung atau hewan lain.
"Kami juga menggunakan gel yang tidak beracun di sejumlah tempat dan pegangan pintu yang mungkin menjadi tempat hinggap merpati, sebagai langkah pencegahan tambahan," ujar Mishra kepada BBC. Celah di atap dan ventilasi pembuangan udara juga telah ditutup atau diperbaiki.
Direktur Eksekutif Sports Authority of India, Ambar Pratap Singh, menambahkan bahwa perbaikan struktur telah dilakukan di tiga arena utama kompleks stadion. Sistem pencahayaan juga dibenahi setelah para pemain mengeluhkan bayangan yang mengganggu di lapangan selama India Open.
Video Viral Peniru Suara Lutung dan Respons PV Sindhu
Upaya pengusiran monyet justru menjadi perbincangan terhangat. Sebuah video memperlihatkan seorang pria yang menirukan suara lutung (langur)—monyet besar berekor panjang yang menjadi musuh alami monyet rhesus—viral di media sosial India. Sejumlah media melaporkan orang-orang dengan keahlian tersebut dipekerjakan untuk menakuti monyet di sekitar stadion.
Peraih dua medali Olimpiade, PV Sindhu, pun angkat bicara melalui akun X-nya. "Solusi yang kami gunakan mungkin sangat khas India, tetapi begitu pula dengan kehangatan, semangat, dan keramahtamahan kami," tulisnya.
Namun, Mishra membantah asosiasi secara khusus mempekerjakan peniru suara lutung. Ia menjelaskan, karena area stadion sangat luas, seorang pria yang mampu menirukan suara lutung memang sempat berada di blok utara stadion.
Metode ini sebenarnya bukan hal baru di Delhi. Saat Commonwealth Games 2010, pihak berwenang menggunakan lutung berwajah hitam untuk mengusir monyet rhesus. Pada KTT G20 2023, pemerintah bahkan memasang potongan gambar lutung berukuran sebenarnya di berbagai lokasi ibu kota.
Polusi Udara Masih Jadi Bayang-bayang
Selain gangguan satwa, kualitas udara tetap menjadi momok. Antara Oktober hingga Januari, polusi di India utara—terutama Delhi—rutin mencapai level berbahaya. Loh Kean Yew sebelumnya mengaku kesulitan bernapas saat bertanding di India Open, dan kekhawatiran serupa kembali mencuat jelang kejuaraan dunia ini.
Dengan segala persiapan teknis dan non-teknis, panitia berharap perhatian publik sepenuhnya tertuju pada pertandingan, bukan pada hewan liar yang berkeliaran di sekitar venue.