PALU — Kejuaraan Nasional Petanque 2026 yang digelar di Jakarta Barat pada 12–18 Oktober 2026 mempertemukan atlet terbaik dari berbagai provinsi. Dari nomor shooting man, Heriyanto membawa pulang perak untuk Sulawesi Tengah setelah langkahnya dihentikan atlet Jawa Barat di partai puncak.
Perak Heriyanto menjadi satu-satunya medali yang dikonfirmasi dari kontingen Sulteng dalam laporan hasil hari kedua. Jumlah atlet yang dikirim jauh lebih sedikit dibandingkan provinsi-provinsi pesaing utama.
Enam Atlet Sulteng Berlaga di Tujuh dari 14 Nomor
Sulteng memberangkatkan enam atlet ke Kejurnas kali ini, terdiri atas tiga atlet senior dan tiga atlet junior. Komposisinya lima atlet putra dan satu atlet putri.
Lima atlet putra yang tampil adalah Heriyanto, Dias Saharuddin, Firmansyah, Riski, dan Muh. Risyaf Bilnadzary. Satu-satunya atlet putri yang dibawa adalah Jesi S. Hasana.
Dengan jumlah tersebut, Sulteng hanya mampu mengikuti tujuh nomor dari total 14 nomor yang dipertandingkan. Artinya, separuh nomor tidak diikuti karena keterbatasan personel.
Pelatih: Petanque Sulteng Selalu Konsisten Sumbang Medali di Kejurnas
Pelatih petanque Sulteng, Dr. Andi Brilin, menyampaikan rasa syukur atas capaian atletnya. Ia menyebut hasil ini sebagai penanda bahwa Sulteng masih kompetitif meski tampil dengan kekuatan terbatas.
"Alhamdulillah, petanque Sulteng selalu konsisten menyumbang medali untuk Sulteng di ajang Kejurnas. Setelah PON, baru kali ini kami keluar mengikuti event, dan ternyata lawan sudah melangkah lebih maju," ujar Andi Brilin.
Ia menilai persaingan di Kejurnas kali ini semakin ketat. Provinsi-provinsi lain dinilainya sudah bergerak lebih cepat dalam pembinaan dan persiapan atlet.
Evaluasi Jelang Babak Kualifikasi PON
Hasil Kejurnas menjadi bahan evaluasi penting bagi tim petanque Sulteng, terutama dalam menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON mendatang. Andi Brilin menekankan perlunya peningkatan kesiapan atlet melalui program latihan yang lebih terarah dan berkesinambungan.
"Artinya, menghadapi BK PON kami harus mengejar ketertinggalan, yaitu dengan TC secepatnya," tegasnya.
Percepatan pemusatan latihan atau training center (TC) disebut menjadi salah satu langkah kunci. Tanpa TC yang dipercepat, Sulteng berisiko semakin tertinggal dari provinsi yang sudah menjalankan program pembinaan lebih awal.
Perolehan perak Heriyanto menjadi modal awal bagi petanque Sulteng untuk mengevaluasi kekuatan tim sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi agenda kompetisi berikutnya. Meski tampil dengan jumlah atlet terbatas, Sulteng tetap mampu menunjukkan daya saing di tingkat nasional.