Pencarian

Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Kota Palu 13–15 November 2026, Usung Tema "Bersama Satukan Bangsa"

Rabu, 14 Oktober 2026 • 13:31:01 WIB
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Kota Palu 13–15 November 2026, Usung Tema
Ketua Panitia Penerima Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, memberikan keterangan kepada wartawan di Palu, Selasa (13/10/2026).

PALU — Ketua Panitia Penerima Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, menyatakan tema yang diusung mengandung pesan penting tentang perlunya menjaga kebersamaan di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa. Menurut dia, persatuan bukan sekadar cita-cita, melainkan ikhtiar bersama yang harus terus diperjuangkan oleh seluruh elemen masyarakat.

"Di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan, kita diajak membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan berkemajuan," ujar Rajindra, Selasa (13/10/2026).

Landasan Nilai Islam dalam Semangat Persatuan

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu itu menjelaskan, semangat persatuan yang digaungkan sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 10 dan 13. Kedua ayat tersebut mengajarkan pentingnya persaudaraan, saling mengenal atau ta'aruf, serta menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman.

Nilai-nilai itu menjadi landasan dalam memperkuat ukhuwah dan membangun kehidupan kebangsaan yang inklusif. Rajindra menempatkan pesan tersebut sebagai pijakan Muhammadiyah dalam merawat keberagaman di ruang publik.

Mengapa Kota Palu Jadi Tuan Rumah

Palu dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Tanwir sekaligus Milad ke-114 Muhammadiyah pada 13–15 November 2026. Penyelenggaraan di Sulawesi Tengah itu melibatkan panitia penerima yang diketuai Rektor Unismuh Palu.

Rangkaian kegiatan mengusung tema "Bersama Satukan Bangsa" sebagai seruan kebangsaan. Tema itu menyasar penguatan persatuan, perawatan keberagaman, dan dorongan kemajuan Indonesia.

Seruan untuk Seluruh Elemen Masyarakat

Rajindra menekankan kesadaran kolektif sebagai kunci mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan berkemajuan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat merawat persatuan tanpa memandang perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan.

Semangat yang dibawa Muhammadiyah dalam forum ini bersandar pada prinsip persaudaraan dan ta'aruf. Keduanya dinilai relevan untuk menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultengraya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks