SULAWESI TENGAH — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pencegahan stunting harus dimulai sejak usia remaja, bukan hanya saat hamil. Edukasi kesehatan bagi remaja putri, termasuk konsumsi tablet tambah darah, menjadi kunci menyiapkan generasi yang sehat dan bugar.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menilai sosialisasi stunting selama ini terlalu fokus pada ibu hamil dan calon pengantin. Padahal, kata dia, remaja putri juga perlu memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Pesan itu disampaikannya saat mendampingi Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih (KMP) dalam kegiatan sosialisasi kesehatan di Gorontalo, Selasa (13/10/2026).
Mengapa Remaja Putri Perlu Diedukasi Soal Stunting?
Idah menekankan bahwa anak-anak SMA, khususnya remaja putri, perlu mengetahui cara menjaga kesehatan sejak dini. Menurutnya, edukasi ini penting agar mereka memahami bagaimana mempersiapkan diri sebelum memasuki masa kehamilan.
"Jangan hanya ibu hamil atau calon pengantin yang diberikan sosialisasi stunting, tetapi generasi muda juga perlu mendapat pemahaman. Anak-anak SMA, khususnya remaja putri, perlu mengetahui pentingnya menjaga kesehatan sejak dini," jelas Wagub Idah Syahidah.
Kondisi kesehatan perempuan sebelum hamil turut berperan dalam mendukung kehamilan yang sehat. Inilah alasan mengapa pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum seseorang menikah.
Tablet Tambah Darah, Kunci Cegah Anemia pada Remaja Putri
Salah satu hal yang perlu diperhatikan remaja putri adalah konsumsi tablet tambah darah. Suplementasi ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi, terutama selama masa pertumbuhan dan menstruasi.
"Anak-anak SMA ini juga perlu mengonsumsi tablet tambah darah untuk putri. Saat haid, mereka kehilangan darah, sehingga kebutuhan zat besinya perlu diperhatikan," ujarnya.
Kebutuhan zat besi yang tercukupi membantu mencegah anemia, kondisi yang bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang perempuan. Jika anemia dibiarkan, risiko komplikasi saat kehamilan nanti bisa meningkat.
Peran SERUNI dan BKKBN dalam Sosialisasi Kesehatan
Idah mengapresiasi keterlibatan anggota SERUNI KMP yang turun langsung memberikan sosialisasi sesuai bidang masing-masing. Beberapa instansi yang terlibat antara lain BKP2MI, bidang kependudukan, dan BKKBN.
"Seluruh ibu-ibu Seruni turun langsung sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ada sosialisasi dari BKP2MI, kemudian bidang kependudukan dan BKKBN juga memberikan sosialisasi," jelasnya.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar pesan kesehatan sampai ke generasi muda dengan cara yang mudah dipahami.
Pesan untuk Ibu: Mulai Edukasi Sejak Anak Remaja
Bagi ibu yang punya anak perempuan usia SMA, momen ini bisa jadi pengingat untuk mulai membiasakan pola hidup sehat. Pastikan anak mendapat asupan gizi seimbang dan rutin mengonsumsi tablet tambah darah bila dianjurkan.
Idah berharap keterlibatan berbagai pihak dapat memotivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan mempersiapkan masa depan dengan baik. Persiapan kesehatan sejak remaja adalah investasi jangka panjang bagi generasi yang lebih sehat.