Pencarian

Danantara Tanam Rp4,6 Triliun di HighPeak Energy, Dapat Kursi Direksi

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:33:31 WIB
Danantara Tanam Rp4,6 Triliun di HighPeak Energy, Dapat Kursi Direksi
Danantara menanamkan modal 250 juta dolar AS di HighPeak Energy melalui saham preferen konvertibel.

SULAWESI TENGAH — PT Danantara Investment Management menanamkan modal 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4,6 triliun di HighPeak Energy, Inc., perusahaan minyak dan gas asal Texas, Amerika Serikat. Investasi lewat saham preferen konvertibel itu memberi Danantara hak menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak.

Perwakilan itu ditempatkan melalui holding investasi PT Danantara Investment Management (DIM). Hak menempatkan satu direktur melekat pada struktur investasi DIM di HighPeak, bukan sekadar penyertaan modal pasif. Artinya, Danantara punya akses langsung ke ruang pengambilan keputusan perusahaan migas yang beroperasi di Permian Basin, salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat.

Dana 250 juta dolar AS digelontorkan lewat penerbitan saham preferen konvertibel dalam beberapa tahap. Skema bertahap ini memberi ruang bagi DIM menyesuaikan posisi seiring perkembangan kinerja HighPeak.

Apa Itu Saham Preferen Konvertibel dan Mengapa Dipilih

Saham preferen konvertibel adalah instrumen yang bisa ditukar menjadi saham biasa pada waktu dan rasio tertentu. Bagi DIM, instrumen ini memberi dua hal sekaligus: perlindungan terhadap penurunan nilai investasi dan peluang menikmati kenaikan nilai ekuitas HighPeak saat saham preferen dikonversi menjadi saham biasa.

HighPeak sendiri bergerak di akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi. Perusahaan ini berbasis di Texas dengan aset utama di Permian Basin, wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung produksi migas Amerika Serikat.

Opsi Tambah Porsi di Penawaran Berikutnya

DIM tidak berhenti di satu transaksi. Perseroan memiliki opsi untuk ikut serta dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui mekanisme private placement. Opsi itu membuka kemungkinan Danantara memperbesar kepemilikan jika prospek HighPeak dinilai masih menarik.

Melalui investasi ini, DIM memperoleh eksposur langsung terhadap aset migas HighPeak sekaligus hak strategis di level korporasi. Kombinasi keduanya jarang didapat dalam penyertaan modal lintas negara yang murni finansial.

Posisi Danantara di Tengah Tekanan Kinerja BUMN

Langkah ini muncul saat Danantara tengah membenahi portofolio BUMN. Dalam pengungkapan terpisah, Danantara menyebut 52 persen BUMN masih merugi dan hanya 15 perusahaan yang memberi dividen. Temuan itu menjadi konteks mengapa holding investasi seperti DIM didorong mencari sumber imbal hasil di luar pasar domestik.

Danantara juga menyiapkan skema menggandeng pihak swasta untuk mengelola aset BUMN mulai 2027. Investasi di HighPeak bisa dibaca sebagai bagian dari strategi diversifikasi, memperkuat sisi aset produktif di sektor energi yang harganya bergerak mengikuti pasar global.

Bagi investor, kepemilikan satu kursi direksi menjadi penanda bahwa Danantara tidak hanya mengejar imbal hasil finansial, tetapi juga ingin terlibat dalam tata kelola perusahaan tempat dana negara ditanam. Perkembangan konversi saham preferen dan realisasi opsi private placement akan menjadi indikator berikutnya yang layak dicermati.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks