SULAWESI TENGAH — Bermain di Stadion AT&T, Jepang sempat tertinggal lebih dulu akibat gol cepat Belanda di menit ke-12. Namun, karakter pantang menyerah yang sudah menjadi ciri khas tim asuhan Hajime Moriyagi langsung ditunjukkan. Dua gol balasan sukses dicetak sebelum turun minum, memaksa lawan bermain imbang hingga peluit panjang berbunyi.
Rekor 12 Laga Tanpa Kekalahan, Samurai Biru Makin Diperhitungkan
Catatan tak terkalahkan Jepang kini membentang hingga 12 pertandingan di semua ajang. Rekor ini melampaui tim-tim unggulan lain di Piala Dunia 2026, termasuk Brasil dan tuan rumah bersama, Amerika Serikat.
Konsistensi ini bukan kebetulan. Sejak awal tahun, Jepang secara dramatis meningkatkan level pertahanan dan transisi serangan. Hasilnya, mereka mampu mengimbangi permainan fisik dan teknis Belanda yang selama ini dikenal superior.
Gol Balasan Cepat di Babak Pertama Jadi Kunci
Tertinggal satu gol membuat Jepang bermain lebih agresif. Alih-alih panik, mereka justru mempercepat tempo umpan dan memanfaatkan sisi sayap. Hasilnya, dua gol tercipta dalam rentang waktu 10 menit melalui skema serangan balik kilat.
Pelatih Belanda mengakui bahwa tekanan konstan dari lini tengah Jepang membuat timnya kehilangan ritme permainan. "Mereka tidak memberi kami ruang untuk mengatur napas," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Dampak ke Klasemen: Jepang di Atas Angin
Hasil ini membawa Jepang untuk sementara memuncaki klasemen Grup F dengan koleksi 4 poin. Belanda harus puas di posisi kedua dengan selisih gol yang lebih tipis. Langkah Jepang menuju babak 16 besar kini terbuka lebar, tinggal butuh hasil imbang di laga pamungkas.
Jadwal selanjutnya, Jepang akan menghadapi tim kuda hitam dari Afrika. Jika mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Belanda, bukan tidak mungkin Samurai Biru akan menjadi kejutan terbesar turnamen ini.