Pencarian

Danantara Targetkan IPO Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan Angkasa Pura dalam 6-12 Bulan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 11:59:01 WIB
Danantara Targetkan IPO Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan Angkasa Pura dalam 6-12 Bulan
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyampaikan rencana IPO empat BUMN di sela-sela Peluncuran ETF Emas di Jakarta, Senin (15/4).

SULAWESI TENGAH — Rencana itu disampaikan Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, di sela-sela Peluncuran ETF Emas di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/4). Proses persiapan IPO akan dijalankan melalui anak usahanya, PT Danantara Asset Management (DAM).

"Prosesnya ada di dalam DAM, insyaAllah kita bisa fokus 6-12 bulan ke depan. Itu ada proses juga nanti dalam Bursa, niatnya juga untuk menambah likuiditas ke pasar modal Indonesia," ujar Pandu.

Kendati demikian, Pandu belum membeberkan jadwal pasti perusahaan mana yang melantai lebih dulu. Ia menyebut informasi lebih rinci akan disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria.

Kandidat IPO: dari Pegadaian hingga Angkasa Pura

Dony Oskaria sebelumnya menyebut setidaknya ada empat perusahaan BUMN yang layak didorong melantai di bursa. Mereka adalah PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).

"Banyak perusahaan-perusahaan kita (BUMN) yang bagus, masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang secara market cap bagus untuk kita IPO-kan," kata Dony.

Keempat calon ini memiliki kapitalisasi pasar yang kuat. Pegadaian mengelola aset lebih dari Rp 200 triliun dengan jaringan lebih dari 4.000 unit di seluruh Indonesia. Sementara Pelindo mengelola 4.500 kilometer pelabuhan dari Sabang sampai Merauke.

Strategi Transformasi: IPO, Kemitraan, atau Tetap Tertutup

Rencana IPO ini bukan sekadar wacana. Dony menjelaskan, langkah tersebut telah masuk dalam peta jalan transformasi BUMN untuk lima tahun ke depan. Setiap perusahaan akan dievaluasi satu per satu untuk menentukan nasibnya.

"Mana yang akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana yang kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan. Arahannya tentu sebagai milik negara," jelas Dony.

Ia menambahkan, setelah proses evaluasi selesai, barulah ditetapkan target yang lebih tinggi lagi untuk kinerja masing-masing BUMN.

Bagi investor ritel, kabar ini membuka peluang baru. Setelah suksesnya IPO beberapa anak usaha BUMN dalam beberapa tahun terakhir, masuknya Pegadaian atau Pupuk Indonesia ke bursa bisa menjadi pilihan investasi yang menarik. Apalagi kedua perusahaan ini memiliki fundamental bisnis yang stabil dan pasar yang jelas.

Namun, kepastian jadwal masih dinantikan. Pasar modal Indonesia sendiri tengah dalam tren positif dengan minat investor yang terus meningkat. Kehadiran emiten BUMN baru diyakini akan semakin menggerakkan indeks harga saham gabungan.

Yang jelas, langkah Danantara ini merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah serius merapikan portofolio BUMN. Bukan hanya untuk mencari pendanaan, tapi juga untuk meningkatkan tata kelola dan transparansi perusahaan-perusahaan pelat merah.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks