Pencarian

Belanja Rp1 Produk Dalam Negeri Sumbang Rp2,2 ke Ekonomi Nasional

Sabtu, 26 September 2026 • 13:35:02 WIB
Belanja Rp1 Produk Dalam Negeri Sumbang Rp2,2 ke Ekonomi Nasional
Kepala P4DN Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo menyampaikan multiplier effect belanja produk dalam negeri dalam talkshow di Sulawesi Tengah.

SULAWESI TENGAH — Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN) Kementerian Perindustrian, Kris Sasono Ngudi Wibowo, menyatakan setiap Rp1 belanja produk dalam negeri menyumbang Rp2,2 ke ekonomi nasional. Pasar domestik menyerap 78,39% produk manufaktur nasional, sementara sisanya 21,61% untuk ekspor.

Angka multiplier effect itu disampaikan Kris dalam talkshow Community Engagement bertajuk Local Content, Greater Market: Produk Dalam Negeri, Bisnis Makin Jadi, Jumat (25/9). Menurutnya, pemanfaatan produk dalam negeri bukan sekadar kampanye bela lokal, melainkan strategi memperkuat ekosistem industri dari hulu ke hilir.

"Ketika produk industri nasional memiliki pasar yang semakin luas, kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga memberikan dampak lanjutan terhadap investasi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai pasok di dalam negeri," ujar Kris.

Pasar Domestik Serap 78,39% Produk Manufaktur

Data Kemenperin menunjukkan 78,39% produk manufaktur nasional diserap pasar domestik. Hanya 21,61% yang ditujukan untuk pasar ekspor. Komposisi ini menegaskan bahwa permintaan dalam negeri menjadi penopang utama keberlanjutan produksi industri manufaktur.

"Hal ini berarti menunjukkan bahwa penguatan pasar dalam negeri memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi industri nasional," tutur Kris.

Bagi pelaku usaha manufaktur, angka tersebut membuka peluang memperbesar skala produksi tanpa bergantung pada fluktuasi permintaan ekspor. Kapasitas produksi yang terpakai optimal menekan biaya per unit dan meningkatkan daya saing harga di pasar lokal.

Empat Saluran Dampak Belanja Produk Lokal

Kemenperin memetakan dampak penggunaan produk dalam negeri ke sejumlah saluran ekonomi:

  • Penciptaan pasar bagi produk manufaktur nasional
  • Penguatan kapasitas produksi industri
  • Perluasan rantai pasok di dalam negeri
  • Dorongan investasi dan penyerapan tenaga kerja

Keempat saluran itu saling terkait. Pasar yang luas membuat pabrik beroperasi mendekati kapasitas penuh, yang kemudian menarik investasi baru untuk ekspansi lini produksi. Investasi itu membuka lapangan kerja dan memperkuat jaringan pemasok komponen lokal.

Mengapa Pasar Domestik Jadi Penentu

Dengan porsi ekspor yang hanya 21,61%, industri manufaktur nasional sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan belanja pemerintah serta korporasi di dalam negeri. Perlambatan permintaan global tidak otomatis mengguncang produksi selama pasar domestik tetap terjaga.

Karena itu, kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) menjadi instrumen menjaga stabilitas permintaan. Belanja pemerintah, BUMN, dan swasta yang diarahkan ke produk lokal berfungsi sebagai bantalan ketika ekspor melemah.

Implikasi bagi Pelaku Usaha dan Investor

Bagi emiten manufaktur yang berorientasi pasar domestik, kebijakan ini berpotensi menjaga volume penjualan dan margin. Sektor yang paling diuntungkan adalah yang memiliki kandungan lokal tinggi dan terhubung dengan program belanja pemerintah, seperti otomotif, elektronik, dan barang konsumsi.

Investor perlu mencermati sejauh mana kebijakan P3DN diterjemahkan menjadi kontrak nyata dan anggaran belanja. Tanpa realisasi belanja yang terukur, dampak multiplier Rp2,2 per rupiah sulit terkonversi menjadi kinerja keuangan emiten.

Kris menegaskan penguatan ekosistem industri nasional menjadi kunci. "Pemanfaatan produk dalam negeri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang semakin kuat," katanya.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks