Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat produksi perikanan tangkap mencapai 328.393,08 ton sepanjang 2025, naik sekitar 20,8 persen dari 271.865,95 ton pada 2024. Kabupaten Donggala menyumbang produksi tertinggi dengan 80.180,70 ton, disusul Morowali dan Banggai Laut. Kenaikan ini ditopang bantuan sarana prasarana kepada nelayan di 12 kabupaten/kota.
PALU — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat produksi perikanan tangkap mencapai 328.393,08 ton pada 2025. Angka itu naik sekitar 20,8 persen dibanding produksi 2024 yang tercatat 271.865,95 ton.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DKP Sulteng Mohammad Syafar menyebut kenaikan tersebut menandakan sektor perikanan tangkap terus berkontribusi terhadap produksi perikanan daerah.
Donggala Penyumbang Terbesar, Capai 80.180,70 Ton
Dari 12 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala mencatat produksi perikanan tangkap tertinggi pada 2025. Produksinya mencapai 80.180,70 ton.
“Kabupaten Donggala menjadi daerah dengan produksi perikanan tangkap tertinggi pada 2025, yakni mencapai 80.180,70 ton,” kata Syafar di Palu, Senin.
Peringkat berikutnya diisi Morowali dengan 40.225,30 ton, Banggai Laut 37.438,88 ton, Parigi Moutong 31.534,10 ton, dan Banggai 29.240,50 ton.
Bantuan Sarana untuk 51 Rumah Tangga dan 114 Kelompok Nelayan
Peningkatan produksi disebut turut didorong program pemerintah dalam memperkuat sarana dan prasarana nelayan. Dua tahun terakhir, DKP Sulteng menyalurkan bantuan sarana prasarana perikanan tangkap kepada 51 rumah tangga.
“Dua tahun terakhir ini, kami menyalurkan bantuan sarana prasarana perikanan tangkap kepada 51 rumah tangga dengan harapan ke depan bisa meningkatkan produksi perikanan tangkap,” ujar Syafar.
Nilai bantuan untuk 51 rumah tangga itu mencapai Rp2,26 miliar. Penyaluran disebut sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan.
Selain itu, sarana dan prasarana perikanan disalurkan kepada 114 kelompok nelayan dengan anggaran Rp13,20 miliar. Dukungan diberikan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap.
4.754 Motor Tempel hingga 150 Kapal 5 GT Disiapkan
Dukungan sarana produksi juga diberikan dalam bentuk armada. DKP Sulteng menyalurkan 4.754 unit motor tempel dan 1.610 unit perahu tanpa motor yang tersebar di 12 kabupaten/kota.
Pihaknya juga menyiapkan bantuan kapal motor sebanyak 150 unit berukuran 5 gross tonnage (GT) untuk mendukung aktivitas nelayan.
Menurut Syafar, berbagai dukungan tersebut diberikan untuk memperkuat kemampuan nelayan dalam melakukan penangkapan ikan. Dengan begitu, hasil tangkapan dan produksi perikanan tangkap diharapkan meningkat.
Program itu merupakan bagian dari Berani Tangkap Banyak yang menjadi bagian dari Berani Makmur. Sasaran program adalah kelompok nelayan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan sarana produksi.