Pencarian

Pupuk Indonesia Jajaki Proyek Pupuk Raksasa di Rusia, Kapasitas Urea Capai 3,5 Juta Ton

Sabtu, 05 September 2026 • 13:49:02 WIB
Pupuk Indonesia Jajaki Proyek Pupuk Raksasa di Rusia, Kapasitas Urea Capai 3,5 Juta Ton
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menandatangani Nota Kesepahaman bersama JSC Ruschem untuk studi proyek pupuk NFP-2 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

SULAWESI TENGAH — Langkah tersebut dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk studi bersama dalam rangkaian Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di forum yang sama.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut proyek ini sebagai salah satu opsi strategi jangka panjang perusahaan. "Penjajakan kerja sama kajian ini merupakan salah satu opsi strategi jangka panjang Pupuk Indonesia untuk mengamankan akses bahan baku dan kapasitas produksi global," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu, 5 September 2026.

Kapasitas Produksi dan Nilai Strategis Proyek NFP-2

Objek kajian adalah Nakhodka Fertilizer Plant Phase 2 (NFP-2), kompleks industri yang dikembangkan JSC Ruschem di kawasan Primorsky Krai, Rusia Timur. Fasilitas berbasis gas alam ini direncanakan memproduksi sekitar 1,8 juta ton metanol, 2 juta ton amonia, dan 3,5 juta ton urea per tahun.

Target operasi komersial pabrik ini sekitar 2030. Bagi Pupuk Indonesia, proyek ini dinilai relevan karena perusahaan memiliki pengalaman mengolah gas alam menjadi amonia dan urea. Karakteristik tersebut menjadi modal utama dalam mengkaji peluang kerja sama pengembangan NFP-2.

Lokasi proyek juga menjadi pertimbangan strategis. Primorsky Krai berada di Rusia Timur dengan akses langsung ke Pelabuhan Vladivostok yang menghadap Samudera Pasifik. "Ini menjadi menarik karena Vladivostok menghadap Pasifik, kawasan yang selama ini memang menjadi pasar strategis Pupuk Indonesia," ujar Rahmad.

Dukungan Danantara dan Penguatan Ketahanan Pangan

Langkah ekspansi ini sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia turut memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas peran di industri pupuk global. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut peluang ini sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan bahan baku industri nasional.

"Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok dan dengan pihak Rusia," kata Rosan.

Tahap Kajian dan Rencana Tindak Lanjut

Sebelum menentukan kelanjutan kerja sama, Pupuk Indonesia dan JSC Ruschem akan melakukan studi kelayakan (feasibility study) serta uji tuntas (due diligence). Akses pelabuhan Vladivostok dinilai dapat mendukung upaya perusahaan memperluas posisi terhadap aset dan rantai pasok global.

Langkah ini juga diharapkan meningkatkan resiliensi pasokan pupuk dalam negeri di tengah dinamika pasar internasional. Kawasan Asia-Pasifik selama ini menjadi pasar strategis bagi produk-produk Pupuk Indonesia, sehingga kedekatan geografis dengan Rusia Timur membuka jalur distribusi yang lebih efisien.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks