SIGI — Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah kini memiliki proyek energi terbarukan berskala nasional. Proyek Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi Bora-Pulu resmi masuk daftar Proyek Strategis Nasional sejak 31 Juli 2025.
Proyek ini masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) sekitar 40 megawatt untuk tahap pertama. Target produksi komersial ditetapkan pada 2033.
Kapasitas 123 MW dari Tiga Desa
Pengembangan panas bumi di kabupaten yang berada di wilayah patahan ini berlangsung bertahap di tiga desa. Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menyebut tahap awal berjalan di Desa Bora dengan kapasitas 40 megawatt.
Setelah Bora rampung, proyek berlanjut ke Desa Pulu dan Desa Kadidia. Total kapasitas dari tiga lokasi tersebut mencapai 123 megawatt.
Alasan Sigi Menggarap Sektor Panas Bumi
Investasi energi ramah lingkungan ini dinilai memberi solusi ganda bagi daerah. Di sisi pendapatan, proyek ini diharapkan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor energi baru terbarukan.
Di sisi pasokan listrik, keberadaan PLTP membantu memperkuat keandalan jaringan PLN yang selama ini kerap terganggu. Gangguan itu dipicu ketergantungan pada energi fosil batu bara serta penurunan debit air danau di wilayah lain.
"Jadi proyek energi terbarukan ini menjadi solusi ganda, selain menambah pendapatan daerah juga membantu memperkuat keandalan pasokan listrik jaringan PLN yang selama ini kerap terganggu akibat ketergantungan pada energi fosil batu bara dan penurunan debit air danau di wilayah lain," kata Samuel saat ditemui awak media di Bora, Kamis.
Komitmen Pemkab Sigi dalam Perizinan dan Lahan
Pemerintah daerah menyambut baik investor yang telah didampingi Kementerian ESDM. Pemkab Sigi berjanji mempermudah proses serta mempercepat perizinan di tingkat daerah agar proyek tidak mandek.
Salah satu pekerjaan rumah yang tengah dikomunikasikan adalah pembebasan lahan warga di sekitar Bora.
"Komitmen pemerintah daerah untuk mengomunikasikan misalnya ada pembebasan-pembebasan lahan masyarakat di sekitar Bora, karena ini untuk kepentingan Sigi secara keseluruhan ke depan dan juga untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.
Samuel menambahkan, harapannya investasi panas bumi ini mampu menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sigi secara luas.