PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmennya mendukung percepatan transisi energi bersih yang dicanangkan pemerintah pusat. Hal ini disampaikannya dalam sosialisasi hemat energi yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Palu, Rabu, yang dihadiri para kepala daerah se-Sulteng.
"Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam dan mineral cukup besar untuk dimanfaatkan dalam menunjang pengembangan EBT di tanah air untuk masa depan," ujarnya.
Energi Terbarukan: Bersih dan Bisa Dipulihkan Secara Alami
Anwar menjelaskan energi terbarukan memberi manfaat luas bagi kehidupan. Selain ramah lingkungan, sumber energinya dapat dipulihkan secara alami dan tidak akan habis.
"Kami di daerah tentu mendukung langkah pemerintah pusat meningkatkan energi bersih sebagaimana target capaian EBT nasional 30 persen pada tahun 2034 menuju Net Zero Emissions 2060," jelasnya.
Penggunaan energi terbarukan juga berperan menekan emisi gas rumah kaca yang menjadi pemicu utama perubahan iklim.
Mulai dari Mematikan Lampu yang Tidak Dipakai
Meski energi terbarukan tidak memiliki batasan, Anwar menilai hal paling mendasar saat ini adalah membangun kesadaran kolektif untuk berhemat. Menurutnya, kebiasaan sederhana justru berdampak besar jika dilakukan konsisten.
"Hal-hal kecil sangat penting untuk kita lakukan, misalnya mematikan lampu yang tidak digunakan. Lampu yang kita gunakan itu membutuhkan energi, maka kebiasaan sederhana seperti ini harus terus dibangun," tuturnya.
Gubernur menekankan sosialisasi itu tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial belaka. Harus ada manfaat nyata yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah tangga maupun perkantoran.
Kepala Daerah Diminta Jadi Duta Hemat Energi
Anwar berharap bupati dan wali kota yang hadir dapat mengambil peran aktif menjadi duta hemat energi di wilayah masing-masing. Sosialisasi ke masyarakat dibutuhkan agar pesan penghematan tersebar hingga ke seluruh penjuru Sulawesi Tengah.
Kalau kita berhemat hari ini, sama halnya kita sedang berinvestasi untuk masa depan, ujarnya menambahkan.
Partisipasi Warga Jadi Kunci
Sri Suparni Bahlil, pengurus Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni), mengajak seluruh peserta menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Langkah kecil yang dimulai dari rumah tangga dinilai mampu memberi kontribusi signifikan bila dilakukan massal.
"Mari jadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup kita. Hemat energi dimulai dari hal-hal kecil dalam keseharian kita," kata dia.
Lewat kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin paham bahwa upaya penghematan dan transisi ke energi bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Partisipasi seluruh elemen masyarakat menjadi syarat utama tercapainya target nasional.