Pencarian

Pemkab Parigi Moutong Kirim 8.000 Liter Air Bersih Setiap Hari ke Desa Bolano Barat yang Terdampak Kekeringan

Selasa, 08 September 2026 • 09:58:02 WIB
Pemkab Parigi Moutong Kirim 8.000 Liter Air Bersih Setiap Hari ke Desa Bolano Barat yang Terdampak Kekeringan
Petugas mendistribusikan air bersih kepada warga Desa Bolano Barat yang terdampak kekeringan di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah, mendistribusikan 8.000 liter air bersih setiap hari kepada warga Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano Lambunu, yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan pengiriman dilakukan menggunakan satu unit mobil tangki yang disiagakan di posko darurat.

PARIGI MOUTONG — Distribusi air bersih ini merupakan respons atas penetapan status siaga darurat kekeringan dan karhutla yang berlaku di delapan kecamatan. Selain Bolano Lambunu, wilayah yang masuk status siaga meliputi Palasa, Tomini, Mepanga, Ongka Malino, Bolano, Taopa, dan Moutong.

Menurut Rivai, kebutuhan air harian warga sangat bergantung pada pasokan dari mobil tangki. Pasalnya, sumber air dangkal di desa tersebut sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi pada September 2026

Rivai mengungkapkan, berdasarkan imbauan pemerintah, September 2026 merupakan puncak musim kemarau dengan dampak kuat El Nino. Karena itu, kesiapsiagaan daerah diperkuat, tidak hanya untuk kekeringan tetapi juga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Situasi darurat saat ini langkah yang bisa dilakukan mensuplai kebutuhan masyarakat, kami juga saat ini sedang meminta bantuan mesin pompa air untuk memenuhi kebutuhan wilayah-wilayah terdampak kekeringan," ujarnya dihubungi dari Palu, Senin.

Kesiapsiagaan Lintas Sektor dan Titik Rawan Karhutla

Pemkab Parimo tidak bergerak sendiri. Rivai menyebut kesiapsiagaan dilakukan lintas sektor dengan melibatkan personel pemadam kebakaran, TNI/Polri, Tagana, pemerintah kecamatan dan desa, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Perhatian serius juga diarahkan pada ancaman karhutla. Rivai mencatat telah terjadi kebakaran di Desa Santigi dan wilayah Bolano Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu.

Data analisis BMKG menunjukkan sekitar 86 persen wilayah Sulawesi Tengah telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla secara signifikan di sejumlah kabupaten, termasuk Parigi Moutong.

"Kesiapsiagaan kami lakukan lintas sektor melibatkan personel pemadam kebakaran, TNI/Polri, Tagana, pemerintah kecamatan dan desa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta unsur terkait lainnya," tutur Rivai.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks