SIGI — Kabupaten Sigi resmi masuk dalam daftar daerah penerima bantuan pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat untuk wilayah Sulawesi Tengah. Selain Sigi, kabupaten lain yang mendapat giliran sama adalah Buol dan Tojo Una-una, serta satu unit lainnya di tingkat provinsi.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyatakan proses tender proyek ditargetkan rampung pada Oktober mendatang. "Insyaallah bulan Oktober sudah tender sehingga Sekolah Rakyat itu tahun depan sudah melakukan penerimaan siswa baru," ujarnya saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi, Senin.
Lokasi dan Luas Lahan Sekolah Rakyat Sigi
Lahan seluas 8 hektare di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, disiapkan untuk pembangunan kompleks sekolah ini. Selain ruang kelas, lokasi tersebut juga akan dilengkapi dengan sarana prasarana olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh siswa maupun warga sekitar.
Rencananya, sekolah ini akan menampung ribuan pelajar dari keluarga kurang mampu. "Saya sudah perintahkan Dinas Sosial untuk memeriksa data warga terkait desil 1 dan desil 2 sebab hanya mereka yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DSTEN) kategori miskin dan miskin ekstrem yang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat," jelas Rizal.
Jadi Sekolah Rakyat Pertama di Sulawesi Tengah
Kehadiran Sekolah Rakyat di Sigi bukanlah yang pertama bagi Sulawesi Tengah. Sebelumnya, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi telah lebih dulu beroperasi di kawasan Sentra Nipotowe, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru.
SRMP 22 Sigi menjadi percontohan dengan total dua rombongan belajar (rombel) dan masing-masing rombel berisi 25 siswa. Keberadaan sekolah ini menjadi bukti nyata program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan mulai berjalan di daerah tersebut.
Harapan Pemkab Sigi untuk Program Optimal
Rizal berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat. "Harapannya pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat agar program tersebut dapat berjalan optimal," sebutnya.
Dengan adanya sekolah ini, akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Sigi diharapkan semakin terbuka lebar. Program ini juga dinilai menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Sulawesi Tengah.