SULAWESI TENGAH — Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa capaian serapan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kementerian Pertanian, hingga aparat TNI/Polri yang turun langsung mengawal proses di lapangan.
"Alhamdulillah, ini sudah sampai 74 persen. Dari target 4 juta ton, kami sudah hampir 3 juta ton realisasinya," ujar Rizal di sela kegiatan pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat (29/5).
Standar Mutu dan Harga Pembelian Pemerintah
Bulog menerapkan standar kualitas ketat dalam setiap proses penyerapan. Perusahaan hanya menyerap hasil panen yang telah mencapai usia optimal guna menjaga mutu beras selama penyimpanan di gudang. Harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Rizal menambahkan, peran petani menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas produksi. Dengan kualitas yang terjaga, Bulog dapat menyerap gabah dan beras secara maksimal sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah.
Kapasitas Gudang Hampir Penuh, 100 Gudang Baru Disiapkan
Untuk mengantisipasi lonjakan produksi saat musim panen, Bulog menyiapkan kapasitas gudang hingga 7 juta ton. Saat ini, seluruh gudang Bulog hampir penuh dengan stok mendekati 4 juta ton. Alhasil, perusahaan juga menyewa gudang swasta untuk menampung hasil serapan yang terus mengalir.
Ke depan, Bulog berencana membangun 100 gudang baru. Langkah ini diambil untuk memperkuat kapasitas penyimpanan dan mengurangi ketergantungan pada gudang sewaan.
"Petani yang sudah tanam pasti panen, dan itu harus kita serap. Karena itu kami siapkan kapasitas gudang," kata Rizal.
Stok Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,3 Juta Ton
Hingga akhir Mei 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat mencapai 5,3 juta ton. Jumlah ini menjadi bantalan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global dan perubahan iklim yang kian tidak menentu.
Bulog mengadopsi strategi pentahelix dengan melibatkan akademisi dan media dalam mendukung transparansi dan pengawasan kinerja. Perusahaan menegaskan akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan nasional.