Pencarian

Rupiah Terus Melemah ke Rp17.489 per Dolar AS, IKK Tinggi Tak Cukup Jadi Penopang

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:15:01 WIB
Rupiah Terus Melemah ke Rp17.489 per Dolar AS, IKK Tinggi Tak Cukup Jadi Penopang
Rupiah melemah ke posisi Rp17.489 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

SULAWESI TENGAH — Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kurs rupiah pada Senin (11/5) ditutup di Rp17.415 per dolar AS, melemah 40 poin dari posisi akhir pekan lalu. Namun, tekanan berlanjut di sesi awal perdagangan hari ini dengan rupiah langsung jatuh ke Rp17.489 pada pukul 09.04 WIB.

Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Presiden AS Donald Trump menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS "sama sekali tidak dapat diterima", memicu aksi risk-off di pasar keuangan negara berkembang.

Data IKK yang Solid Tak Mampu Bendung Arus Dolar

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik tipis ke 123,0 dari 122,9 pada Maret. Level ini masih berada di zona optimistis—di atas ambang 100—menandakan masyarakat tetap percaya diri terhadap prospek ekonomi domestik.

Komponen Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) menjadi pendorong utama, naik dari 115,4 menjadi 116,5. Artinya, persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan daya beli mengalami perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sedikit turun ke 129,6 dari 130,4. Penurunan tipis ini menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan masih positif, meski lebih moderat.

Sentimen Global Lebih Dominan Dibanding Fundamental Domestik

Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Ia memproyeksikan rentang perdagangan rupiah berada di Rp17.410 hingga Rp17.460 per dolar AS.

"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah," ujarnya.

Data IKK yang solid memang menjadi kabar baik bagi fundamental ekonomi domestik. Namun, di hadapan ketidakpastian geopolitik dan penguatan dolar AS secara global, sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang menggerakkan nilai tukar.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi investor pasar modal, pelemahan rupiah yang berkelanjutan berpotensi menekan IHSG, terutama saham-saham yang memiliki utang dalam dolar atau ketergantungan impor tinggi. Sektor perbankan dan konsumen yang sensitif terhadap tekanan daya beli juga patut dicermati.

Pelaku bisnis yang memiliki eksposur valas disarankan untuk melakukan lindung nilai (hedging) guna mengantisipasi volatilitas lanjutan. Sementara bagi masyarakat umum, pelemahan rupiah berarti harga barang impor—termasuk elektronik dan bahan baku—berpotensi naik dalam beberapa pekan ke depan.

Pasar kini menanti data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini sebagai katalis berikutnya. Jika inflasi AS masih tinggi, ekspektasi suku bunga The Fed akan tetap ketat, dan tekanan terhadap rupiah bisa berlanjut.

Bagikan
Sumber: tvonenews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks