Pencarian

Kontrak Solar Lease Tesla Berubah Jadi Kitab Kuno, Pemilik Rumah Kaget Bukan Main

Jumat, 24 Juli 2026 • 09:06:01 WIB
Kontrak Solar Lease Tesla Berubah Jadi Kitab Kuno, Pemilik Rumah Kaget Bukan Main
Seorang pemilik panel surya Tesla menemukan kontrak sewa di akunnya berubah menjadi Kitab Henokh, teks religius kuno.

SULAWESI TENGAH — Seorang pemilik panel surya Tesla yang meminta identitasnya dirahasiakan mengalami kejadian aneh bulan ini. Saat membuka akun Tesla-nya untuk mengecek kontrak sewa, ia menemukan dokumen yang muncul bukanlah perjanjian legal, melainkan Kitab Henokh—sebuah teks religius kuno yang membahas malaikat jatuh dan raksasa.

Awalnya ia mengira ini lelucon. “Bagaimana mungkin ada yang bisa menciptakan situasi seperti ini?” katanya kepada Electrek, yang kemudian memverifikasi kebenaran kejadian tersebut.

Setelah melapor ke layanan pelanggan Tesla, seorang perwakilan mengonfirmasi bahwa kontrak sewa memang telah berubah menjadi Kitab Henokh. Tesla meminta maaf dan mengirimkan salinan kontrak asli melalui surel. Namun, perusahaan tidak memberikan penjelasan soal penyebabnya.

Kitab Henokh: Dari Teks Kuno ke Dokumen Sewa

Kitab Henokh adalah teks Ibrani dari sekitar 200 SM yang tidak termasuk dalam kanon Alkitab mayoritas, kecuali Gereja Ortodoks Etiopia. Isinya terkenal karena kisah para Watcher, malaikat yang turun ke bumi dan melahirkan ras raksasa. Isinya jelas bukan soal tarif listrik atau jangka waktu sewa.

Kejadian ini mencuat di saat Tesla baru saja menghidupkan kembali program sewa panel surya pada akhir 2025, setelah menghentikan layanan langganan surya pada 2021. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Tesla membangun kembali bisnis energi surya rumah tangga.

Dua Kemungkinan: AI atau Human Error?

Tanpa penjelasan resmi dari Tesla, setidaknya ada dua skenario yang masuk akal. Pertama, kegagalan sistem AI. Tesla, seperti banyak perusahaan besar, terus mendorong otomatisasi dan AI ke dalam sistem back-office. Jika ada pipeline otomatis yang mengindeks, memigrasi, atau menyajikan PDF di akun pelanggan, bisa terjadi hallucination retrieval—sistem mengambil dokumen yang salah. Kitab Henokh adalah domain publik, gratis di Project Gutenberg, dan sering digunakan sebagai file placeholder oleh para insinyur.

Kemungkinan kedua: kesalahan backend biasa—ID dokumen yang salah merujuk ke objek penyimpanan yang keliru, atau tabrakan nama file. Atau, seperti yang tidak bisa dikesampingkan, ada seseorang yang iseng.

Lebih dari Sekadar Lelucon: Risiko Legal bagi Pemilik Rumah

Kontrak sewa surya adalah dokumen hukum yang mengikat. Isinya menentukan kewajiban pembayaran, jangka waktu, dan apa yang terjadi jika pemilik ingin menjual rumah. Dokumen ini seharusnya menjadi file yang paling dijaga ketat oleh Tesla. Kenyataannya, salinan milik satu pelanggan saja bisa tertimpa tanpa jejak.

“Kalau Anda punya kontrak yang berjangka lebih dari lima tahun, menyimpan salinan yang Anda kendalikan—diunduh atau cetak—adalah ide yang baik,” tulis Corey Taggart, komentator dengan suara terbanyak di unggahan Reddit terkait. “Jangan hanya mengandalkan pihak lain untuk menyediakan dokumen yang membuktikan posisi Anda.”

Ini bukan pertama kalinya Tesla bermasalah dengan dokumen kontrak. Sebelumnya, perusahaan secara retroaktif menambahkan kata “supervised” ke kontrak FSD (Full Self-Driving) yang sudah ditandatangani pemilik bertahun-tahun lalu. Artinya, apa yang dianggap sebagai sumber kebenaran atas kesepakatan pelanggan ternyata bisa diedit—dan bulan ini, berubah menjadi kitab suci.

Tesla baru saja menghidupkan kembali sewa surya untuk merebut hati pemilik rumah. Untuk memenangkan mereka, Tesla harus menjadi perusahaan yang membosankan dan bisa diandalkan—setidaknya dalam urusan administrasi. Menyajikan teks tentang malaikat jatuh sebagai pengganti jadwal pembayaran adalah kebalikannya.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks